Fungsi dari kelenjar-kelenjar endokrin adalah untuk membantu mengontrol lingkungan internal dan komposisi dari setiap sel dan organ, dan dari seluruh tubuh. Tanpa kontrol dan keseimbangan dari proses-proses tubuh, aktivitas-aktivitas yang sangat canggih dari manusia tidaklah mungkin.
Kelenjar Tiroid
Kelenjar-kelenjar endokrin adalah terpisah secara anatomi, namun beberapa berhubungan secara fungsional. Kelenjar tiroid yang terletak didepan leher distimulasikan oleh TSH dari kelenjar pituitari untuk menghasilkan dua hormon-hormon tiroid, thyroxine dan triiodothyronine. Mereka bertugas diseluruh tubuh untuk mempertahankan aktivitas dari seluruh proses-proses metabolisme didalam sel-sel pada kecepatan yang tetap. Proses-proses produksi dan pemakaian energi ditingkatkan dan penyimpanan bahan bakar dikurangi oleh kelebihan thyroxine, dan pada ketidakhadirannya seseorang menjadi lambat dan lesu. Kelenjar tiroid memerlukan banyak yodium dari makanan dan tidak dapat berfungsi dengan baik jika kekurangan elemen ini.
Kelenjar Paratiroid
Kelenjar-kelenjar lain dalam leher adalah empat kelenjar-kelenjar paratiroid yang kecil, yang memproduksi parathormone. Ketika tingkat kalsium dalam darah turun, tingkat-tingkat parathormone naik dan bertindak pada tabung-tabung ginjal (kidney tubules) untuk mengurangi kehilangan kalsium pada urin, pada dinding usus untuk meningkatkan penyerapan dan pada tulang-tulang untuk mengeluarkan beberapa elemen-elemen dari penyimpanan terbesarnya didalam tubuh, jadi memulihkan suatu tingkat kalsium yang rendah ke normal. Sebuah hormon, calsitonin, dari tiroid mempunyai tugas-tugas yang sebagian berlawanan dengan yang dari parathormone. Kontrol yang sangat ketat dari tingkat-tingkat kalsium adalah perlu untuk mempertahankan fungsi-fungsi sel dan struktur tulang yang normal. Tingkat-tingkat kalsium yang rendah mungkin menjurus pada kesemutan pada anggota-anggota tubuh dan kejang-kejang otot. Tingkat-tingkat kalsium yang tinggi dapat berakibat pada kelemahan otot.
Kelenjar Adrenal
Kelenjar-kelenjar adrenal duduk diatas ginjal-ginjal dalam perut, dan adalah dua bagian yang berbeda - bagian luar cortex dan bagian dalam medulla. Cortex dari kelenjar-kelenjar adrenal menghasilkan beberapa hormon-hormon yang serupa, dua yang paling penting darinya adalah cortisol dan aldosterone. Hormon-hormon ini diproduksi sebagai respon pada ACTH dari pituitari, dan mempunyai efek-efek pada pengontrolan karbohidrat-karbohidrat, protein-protein dan lemak-lemak, dan pada penanganan dari sodium, potassium dan air dalam tubuh.
Cortisol terutama mempengaruhi metabolisme glukosa, asam amino, dan lemak, dan adalah satu dari beberapa homon-hormon yang membantu mempertahankan suatu penyediaan yang tetap dari "blok-blok bangunan" dan "bahan bakar" untuk mempertahankan reparasi dan pertumbuhan tubuh yang normal pada semua jaringan-jaringan. Aldosterone terutama memajukan penyerapan dari sodium dari tabung-tabung ginjal distal, usus halus dan kelenjar-kelenjar keringat, dan meningkatkan kehilangan potassium. Potassium dipertahankan pada tingkat-tingkat yang tinggi didalam sel-sel, dan pada tingkat-tingkat yang lebih rendah didalam plasma darah dan dalam cairan sekitar setiap sel. Ion-ion sodium, bagaimanapun, dipertahankan pada tingkat-tingkat yang tinggi diluar sel-sel dan pada tingkat-tingkat yang lebih rendah didalamnya. Keseimbangan yang ketat dari ion-ion ini adala penting untuk kesehatan sel-sel, dan sodium atau potassium dipertahankan atau dikeluarkan seperlunya dalm urin untuk mencapai ini. Pelepasan aldosterone disebabkan oleh ACTH, dan via renin yang dihasilkan didalam ginjal-ginjal. Enzim renin menjurus pada produksi didalam darah dari suatu peptide kecil, angiotensin, yang meningkatkan tekanan darah dan menstimulasi pembentukan aldosterone.
Cortex-cortex dari kelenjar-kelenjar adrenal juga memproduksi hormon-hormon kelamin - androgen-androgen, hormon-hormon pria, dan estrogen-estrogen, hormon-hormon wanita. Kedua tipe ini ditemukan pada pria-pria dan wanita-wanita, karena keseimbangan dari hormon-hormon ini, dan yang dari ovaries dan testes, yang bertanggung jawab untuk perbedaan-perbedaan sekunder diantara kedua kelamin.
Selasa, 03 Mei 2011
Hormon-hormon Sbg Koordinator-koordinator Kimia
Kelenjar Pituitari
Kelenjar pituitari, yang ukurannya kira-kira sebesar sebuah kacang polong kecil, duduk terlindung dalam sebuah penurunan tulang - sella turcica, atau turkish saddle - pada dasar dari tengkorak. Ia pada hakekatnya adalah dua kelenjar yang terpisah, anterior dan posterior, setiapnya mempunyai suatu fungsi yang terpisah. Anterior pituitari telah disebut kelenjar utama, atau yang mengontrol karena hampir semua hormon-hormonnya mengatur aktivitas dari kelenjar-kelenjar targetnya ditempat lain di tubuh. Hormon-hormon ini disebut hormon-hormon tropik (trophic hormones), dan adalah thyroid-stimulating hormon (TSH atau thyrotrophin), adrenocorticotrophic hormone (ACTH), follicle-stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH).
TSH dan ACTH, seperti nama penuhnya mereka menyiratkan, meningkatkan aktivitas dari kelenjar tiroid dan korteks adrenal, dimana FSH dan LH menstimulasi indung-indung telur (ovaries) dan testes. Hormon utama lainnya dari kelenjar anterior pituitari adalah growth hormone (GH) atau hormon pertumbuhan yang bertugas pada jaringan-jaringan tubuh pada umumnya untuk menghasilkan pertumbuhan pada masa kanak-kanak dan masa remaja, dan untuk mempengaruhi metabolisme dari protein, lemak, karbohidrat dan mineral-mineral. Beberapa dari tindakan-tindakannya diperkirakan disebabkan oleh produksi oleh GH didalam hati dari suatu protein kecil yang disebut somatomedin, yang mendorong pertumbuhan dari jaringan-jaringan kerangka. Hormon lain dari anterior pituitari adalah prolactin. Produksinya meningkat selama kehamilan dan memajukan produksi susu, masa menyusu anak, oleh payudara setelah kelahiran. Fungsinya pada pria-pria dan wanita-wanita yang tidak hamil tidak jelas.
Hipothalamus
Produksi dan pelepasan hormon-hormon dari anterior pituitari dipengaruhi oleh jumlah hormon yang bersirkulasi dalam darah yang telah dihasilkan oleh kelenjar target, dan oleh aktivitas dari hipothalamus, suatu area kecil dari otak depan yang berlokasi tepat diatas pituitari. Hipothalamus adalah pusat koordinasi utama antara sistim-sistim endokrin dan syaraf. Ia memproduksi sejumlah peptide-peptide kecil, rantai-rantai dari asam-asam amino, yang ia keluarkan kedalam suatu sistim portal darah lokal yang khusus.
Arteriol-arteriol yang melayani hipothalamus membawa peptide-peptide ini ke kelenjar pituitari, yang mencegah atau memajukan pelepasan hormon-hormon anterior pituitari. Jadi ada suatu peptide yang disebut thyrotrophin-releasing hormone (TRH), yang memajukan pelepasan dari TSH, dan peptide-peptide serupa untuk pelepasan FSH, LH, ACTH dan GH. Growth hormone dan prolactin dikontrol oleh hormon-hormon dari hipothalamus yang mencegah pelepasan mereka.
Hipothalamus pada gilirannya dipengaruhi oleh impuls-impuls syaraf dari bagian-bagian otak yang mengontrol irama-irama circadian (circadian rhythms), jam biologi kita, dan juga dari pusat-pusat yang lebih tinggi dalam otak. Tingkat-tingkat hormon-hormon dari kelenjar-kelenjar target, seperti tiroid dan adrenal, mengumpan balik tidak hanya pada pituitari saja, namun juga pada hipothalamus, dan tingkat-tingkat yang tinggi berakibat pada pencegahan pelepasan dari hormon yang sesuai.
Posterior pituitari adalah agak berbeda dari bagian anterior yang melekat padanya. Ia tidak membawa sel-sel yang mengeluarkan, namun menyimpan dua hormon-hormon yang dihasilkan oleh sel-sel syaraf khusus didalam hipothalamus dan yang diturunkan melalui serat-serat syaraf ke tangkai pituitari. Hormon-hormon ini adalah oxytocin, yang bertugas pada otot halus, terutama yang dari rahim dan payudara, dan vasopressin, atau antidiuretic hormone (ADH). ADH dikeluarkan jika tingkat garam darah naik karena kelebihan garam didalam darah atau kekurangan air, dan menyebabkan ginjal-ginjal untuk menyerap kembali lebih banyak air dan untuk mengeluarkan suatu urin yang lebih pekat. Ini adalah suatu mekanisme penting untuk mengkonservasi air yang adalah perlu bagi tubuh untuk berfungsi dengan baik.
Kelenjar pituitari, yang ukurannya kira-kira sebesar sebuah kacang polong kecil, duduk terlindung dalam sebuah penurunan tulang - sella turcica, atau turkish saddle - pada dasar dari tengkorak. Ia pada hakekatnya adalah dua kelenjar yang terpisah, anterior dan posterior, setiapnya mempunyai suatu fungsi yang terpisah. Anterior pituitari telah disebut kelenjar utama, atau yang mengontrol karena hampir semua hormon-hormonnya mengatur aktivitas dari kelenjar-kelenjar targetnya ditempat lain di tubuh. Hormon-hormon ini disebut hormon-hormon tropik (trophic hormones), dan adalah thyroid-stimulating hormon (TSH atau thyrotrophin), adrenocorticotrophic hormone (ACTH), follicle-stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH).
TSH dan ACTH, seperti nama penuhnya mereka menyiratkan, meningkatkan aktivitas dari kelenjar tiroid dan korteks adrenal, dimana FSH dan LH menstimulasi indung-indung telur (ovaries) dan testes. Hormon utama lainnya dari kelenjar anterior pituitari adalah growth hormone (GH) atau hormon pertumbuhan yang bertugas pada jaringan-jaringan tubuh pada umumnya untuk menghasilkan pertumbuhan pada masa kanak-kanak dan masa remaja, dan untuk mempengaruhi metabolisme dari protein, lemak, karbohidrat dan mineral-mineral. Beberapa dari tindakan-tindakannya diperkirakan disebabkan oleh produksi oleh GH didalam hati dari suatu protein kecil yang disebut somatomedin, yang mendorong pertumbuhan dari jaringan-jaringan kerangka. Hormon lain dari anterior pituitari adalah prolactin. Produksinya meningkat selama kehamilan dan memajukan produksi susu, masa menyusu anak, oleh payudara setelah kelahiran. Fungsinya pada pria-pria dan wanita-wanita yang tidak hamil tidak jelas.
Hipothalamus
Produksi dan pelepasan hormon-hormon dari anterior pituitari dipengaruhi oleh jumlah hormon yang bersirkulasi dalam darah yang telah dihasilkan oleh kelenjar target, dan oleh aktivitas dari hipothalamus, suatu area kecil dari otak depan yang berlokasi tepat diatas pituitari. Hipothalamus adalah pusat koordinasi utama antara sistim-sistim endokrin dan syaraf. Ia memproduksi sejumlah peptide-peptide kecil, rantai-rantai dari asam-asam amino, yang ia keluarkan kedalam suatu sistim portal darah lokal yang khusus.
Arteriol-arteriol yang melayani hipothalamus membawa peptide-peptide ini ke kelenjar pituitari, yang mencegah atau memajukan pelepasan hormon-hormon anterior pituitari. Jadi ada suatu peptide yang disebut thyrotrophin-releasing hormone (TRH), yang memajukan pelepasan dari TSH, dan peptide-peptide serupa untuk pelepasan FSH, LH, ACTH dan GH. Growth hormone dan prolactin dikontrol oleh hormon-hormon dari hipothalamus yang mencegah pelepasan mereka.
Hipothalamus pada gilirannya dipengaruhi oleh impuls-impuls syaraf dari bagian-bagian otak yang mengontrol irama-irama circadian (circadian rhythms), jam biologi kita, dan juga dari pusat-pusat yang lebih tinggi dalam otak. Tingkat-tingkat hormon-hormon dari kelenjar-kelenjar target, seperti tiroid dan adrenal, mengumpan balik tidak hanya pada pituitari saja, namun juga pada hipothalamus, dan tingkat-tingkat yang tinggi berakibat pada pencegahan pelepasan dari hormon yang sesuai.
Posterior pituitari adalah agak berbeda dari bagian anterior yang melekat padanya. Ia tidak membawa sel-sel yang mengeluarkan, namun menyimpan dua hormon-hormon yang dihasilkan oleh sel-sel syaraf khusus didalam hipothalamus dan yang diturunkan melalui serat-serat syaraf ke tangkai pituitari. Hormon-hormon ini adalah oxytocin, yang bertugas pada otot halus, terutama yang dari rahim dan payudara, dan vasopressin, atau antidiuretic hormone (ADH). ADH dikeluarkan jika tingkat garam darah naik karena kelebihan garam didalam darah atau kekurangan air, dan menyebabkan ginjal-ginjal untuk menyerap kembali lebih banyak air dan untuk mengeluarkan suatu urin yang lebih pekat. Ini adalah suatu mekanisme penting untuk mengkonservasi air yang adalah perlu bagi tubuh untuk berfungsi dengan baik.
Hormon-hormon Dan Kelenjar-kelenjar Hormon
Hormon-Hormon sebagai Koordinator-Koordinator Kimia
Meskipun suatu organisme bersel tunggal dapat mengatur metabolisme internalnya sendiri, pada suatu organisme yang kompleks seperti manusia, sel-sel disesuaikan pada tugas-tugas khusus, dan kontrol-konytrol seluruh tubuh diperlukan. Tubuh manusia hanya bekerja secara efisien jika keseimbangan didalam setiap organ, jaringan dan sel dimonitor dan dikontrol secara ketat. Aktivitas, pertumbuhan dan perbaikan dari jaringan harus dipelihara, bersama dengan persediaan bahan-bahan bakar dan pengangkutan dari sisa-sisa materi.
Kontrol-kontrol ini dicapai dengan dua sistim. Yang pertama adalah jaringan dari serat-serat syaraf yang membawa pesan-pesan antara otak dan keseluruh bagian tubuh. Yang kedua adalah sistim endokrin. Sistim ini terdiri dari sejumlah kelenjar-kelenjar endokrin yang berlokasi pada bagian-bagian yang berbeda dari tubuh yang fungsinya tidak selalu berhubungan secara langsung satu sama lainnya. Nama mereka berasal dari kata-kata Yunani endon yang berarti diantara, dan krinen yang berarti untuk memisahkan.
Kelenjar-kelenjar endokrin mengeluarkan produk-produk kimia mereka, atau hormon-hormon, langsung kedalam aliran darah, daripada kedalam kanal-kanal atau saluran-saluran khusus. Hormon-hormon adalah lebih lambat dalam aksinya daripada impuls-impuls syaraf, dengan pengecualian dari dua hormon-hormon, adrenalin dan noradrenalin yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal, yang bekerja sangat cepat dan untuk waktu yang singkat pada banyak jaringan-jaringan. Hormon-hormon yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar endokrin adalah, seperti seluruh unsur-unsur pokok (konstituen) dari tubuh, berasal dari materi-materi makanan - protein, lemak dan karbohidrat. Hormon-hormon mengalir dalam aliran darah ke sel-sel diseluruh bagian-bagian tubuh. Selaput (membran) dari setiap sel mempunyai reseptor-reseptor (sel-sel yang peka rangsangan) pada satu atau lebih hormon-hormon, dan pengikatan dari suatu hormon pada sel reseptor spesifiknya memprakarsai perubahan-perubahan tertentu pada metabolisme internal dari sel target ini. Satu hormon mungkin menyebabkan perubahan-perubahan pada lebih dari satu fungsi dari sel tertentu, dan jalan-jalannya yang dirubah bervariasi menurut tugas-tugas khusus dari sel yang dipengaruhi.
Cara hormon-hormon menyebabkan perubahan-perubahan didalam sel-sel akhir-akhir ini telah menjadi subjek dari kemajuan-kemajuan utama dalam pengetahuan kita. Suatu hormon yang menstimulasi cocok pada suatu area reseptor spesifik pada selaput sel. Reseptor ini mempunyai suatu bentuk khusus dimana hanya hormonnya sendiri yang cocok/pas, agak seperti suatu potongan puzzle yang akan hanya cocok pada potongan kedua yang dibentuk secara benar. Pada kombinasi mereka dengan reseptor kebanyakan, namun tidak semua, hormon-hormon menjurus pada produksi didalam sel dari suatu unsur yang disebut cyclic adenosine monophosphate (cyclic AMP). Ini adalah suatu nama yang panjang untuk sebuah kimia yang cukup sederhana yang, seperti hormon-hormon yang bertugas sebagai kurir-kurir kimia didalam darah, berfungsi sebagai sebuah kurir didalam sel. Kurir itu, cyclic AMP, kemudian merubah fungsi-fungsi selular seperti sintesis protein, atau produksi, penyimpanan atau pelepasan kelebihan bahan bakar dari glikogen, atau trigliserida, dan produksi dari hormon-hormon lainnya.
Kelenjar-kelenjar endokrin terdiri dari hipothalamus dan pituitari pada dasar dari otak, kelenjar-kelenjar tiroid dan paratiroid didepan leher, adrenal dibagian perut diatas ginjal-ginjal, pankreas, terletak pada putaran dari duodenum, dan indung-indung telur (ovaries) didalam tulang pinggul atau testes didalam skrotum. Sebagai tambahan, beragam organ-organ lainnya menghasilkan hormon-hormon, seperti beberapa yang dihasilkan oleh saluran pencernaan yang terlibat pada pengontrolan pencernaan.
Pada cara yang sangat serupa, contohnya, seperti kontrol otak terhadap aktivitas otot dimonitor dan dirubah secara terus menerus untuk mencocokkan dengan informasi yang diterima oleh otak, jadi, juga aktivitas dari kelenjar-kelenjar endokrin dimonitor dan dirubah secara terus menerus oleh informasi syaraf, hormon dan kimia yang diberikan pada mereka. Produksi hormon dikontrol pada banyak kasus-kasus oleh suatu sistim umpan balik negatif, dimana produksi yang berlebihan dari hormon menjurus pada suatu pengurangan yang bersifat mengimbangi dalam produksi hormon yang berikutnya hingga suatu keseimbangan pulih kembali. Operasi dari sistim-sistim ini dapat dimengerti paling baik jika beragam hormon-hormon dari bagian anterior dari kelenjar pituitari diperiksa bersama dengan kelenjar-kelenjar endokrin lainnya yang berhubungan dengannya.
Meskipun suatu organisme bersel tunggal dapat mengatur metabolisme internalnya sendiri, pada suatu organisme yang kompleks seperti manusia, sel-sel disesuaikan pada tugas-tugas khusus, dan kontrol-konytrol seluruh tubuh diperlukan. Tubuh manusia hanya bekerja secara efisien jika keseimbangan didalam setiap organ, jaringan dan sel dimonitor dan dikontrol secara ketat. Aktivitas, pertumbuhan dan perbaikan dari jaringan harus dipelihara, bersama dengan persediaan bahan-bahan bakar dan pengangkutan dari sisa-sisa materi.
Kontrol-kontrol ini dicapai dengan dua sistim. Yang pertama adalah jaringan dari serat-serat syaraf yang membawa pesan-pesan antara otak dan keseluruh bagian tubuh. Yang kedua adalah sistim endokrin. Sistim ini terdiri dari sejumlah kelenjar-kelenjar endokrin yang berlokasi pada bagian-bagian yang berbeda dari tubuh yang fungsinya tidak selalu berhubungan secara langsung satu sama lainnya. Nama mereka berasal dari kata-kata Yunani endon yang berarti diantara, dan krinen yang berarti untuk memisahkan.
Kelenjar-kelenjar endokrin mengeluarkan produk-produk kimia mereka, atau hormon-hormon, langsung kedalam aliran darah, daripada kedalam kanal-kanal atau saluran-saluran khusus. Hormon-hormon adalah lebih lambat dalam aksinya daripada impuls-impuls syaraf, dengan pengecualian dari dua hormon-hormon, adrenalin dan noradrenalin yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal, yang bekerja sangat cepat dan untuk waktu yang singkat pada banyak jaringan-jaringan. Hormon-hormon yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar endokrin adalah, seperti seluruh unsur-unsur pokok (konstituen) dari tubuh, berasal dari materi-materi makanan - protein, lemak dan karbohidrat. Hormon-hormon mengalir dalam aliran darah ke sel-sel diseluruh bagian-bagian tubuh. Selaput (membran) dari setiap sel mempunyai reseptor-reseptor (sel-sel yang peka rangsangan) pada satu atau lebih hormon-hormon, dan pengikatan dari suatu hormon pada sel reseptor spesifiknya memprakarsai perubahan-perubahan tertentu pada metabolisme internal dari sel target ini. Satu hormon mungkin menyebabkan perubahan-perubahan pada lebih dari satu fungsi dari sel tertentu, dan jalan-jalannya yang dirubah bervariasi menurut tugas-tugas khusus dari sel yang dipengaruhi.
Cara hormon-hormon menyebabkan perubahan-perubahan didalam sel-sel akhir-akhir ini telah menjadi subjek dari kemajuan-kemajuan utama dalam pengetahuan kita. Suatu hormon yang menstimulasi cocok pada suatu area reseptor spesifik pada selaput sel. Reseptor ini mempunyai suatu bentuk khusus dimana hanya hormonnya sendiri yang cocok/pas, agak seperti suatu potongan puzzle yang akan hanya cocok pada potongan kedua yang dibentuk secara benar. Pada kombinasi mereka dengan reseptor kebanyakan, namun tidak semua, hormon-hormon menjurus pada produksi didalam sel dari suatu unsur yang disebut cyclic adenosine monophosphate (cyclic AMP). Ini adalah suatu nama yang panjang untuk sebuah kimia yang cukup sederhana yang, seperti hormon-hormon yang bertugas sebagai kurir-kurir kimia didalam darah, berfungsi sebagai sebuah kurir didalam sel. Kurir itu, cyclic AMP, kemudian merubah fungsi-fungsi selular seperti sintesis protein, atau produksi, penyimpanan atau pelepasan kelebihan bahan bakar dari glikogen, atau trigliserida, dan produksi dari hormon-hormon lainnya.
Kelenjar-kelenjar endokrin terdiri dari hipothalamus dan pituitari pada dasar dari otak, kelenjar-kelenjar tiroid dan paratiroid didepan leher, adrenal dibagian perut diatas ginjal-ginjal, pankreas, terletak pada putaran dari duodenum, dan indung-indung telur (ovaries) didalam tulang pinggul atau testes didalam skrotum. Sebagai tambahan, beragam organ-organ lainnya menghasilkan hormon-hormon, seperti beberapa yang dihasilkan oleh saluran pencernaan yang terlibat pada pengontrolan pencernaan.
Pada cara yang sangat serupa, contohnya, seperti kontrol otak terhadap aktivitas otot dimonitor dan dirubah secara terus menerus untuk mencocokkan dengan informasi yang diterima oleh otak, jadi, juga aktivitas dari kelenjar-kelenjar endokrin dimonitor dan dirubah secara terus menerus oleh informasi syaraf, hormon dan kimia yang diberikan pada mereka. Produksi hormon dikontrol pada banyak kasus-kasus oleh suatu sistim umpan balik negatif, dimana produksi yang berlebihan dari hormon menjurus pada suatu pengurangan yang bersifat mengimbangi dalam produksi hormon yang berikutnya hingga suatu keseimbangan pulih kembali. Operasi dari sistim-sistim ini dapat dimengerti paling baik jika beragam hormon-hormon dari bagian anterior dari kelenjar pituitari diperiksa bersama dengan kelenjar-kelenjar endokrin lainnya yang berhubungan dengannya.
Sabtu, 30 April 2011
Obat Asma
Kebanyakan obat-obat asma bekerja dengan mengendurkan kejang broncho/bronchospasm (bronchodilators) atau mengurangi peradangan (corticosteroids). Pada perawatan asma, obat-obatan yang dihirup umumnya lebih disukai dari pada tablet atau obat cair yang ditelan (oral medications). Obat-obat yang dihirup bekerja langsung pada permukaan dan otot-otot saluran udara dimana persoalan-persoalan asma dimulai. Penyerapan obat-obat yang dihirup kedalam sisa tubuh adalah kecil. Oleh karenanya, efek-efek samping yang kurang baik lebih sedikit dibanding dengan obat-obat yang diminum (oral medications). Obat-obat yang dihirup termasuk beta-2 agonists, anticholinergics, corticosteroids, dan cromolyn sodium. Obat-obat oral termasuk aminophylline, leukotriene antagonists, dan tablet-tablet corticosteroid.
Menurut sejarah, satu dari obat-obatan pertama ynag digunakan untuk asma adalah adrenaline (epinephrine). Adrenaline mempunyai suatu tindakan awal yang cepat dalam membuka saluran-saluran udara (bronchodilation). Ia masih sering digunakan pada situasi-situasi darurat asma. Sayangnya, adrenaline mempunyai banyak efek-efek sampingan, termasuk denyut jantung yang cepat, sakit kepala, mual, muntah, keresahan, dan suatu rasa panik.
Obat-obat yang secara kimia mirip dengan adrenaline telah dikembangkan. Obat-obat ini, disebut beta-2 agonists, mempunyai keuntungan pelebaran broncho dari adrenaline tanpa banyak dari efek-efek sampinganya yang tidak dikehandaki. Beta-2 agonists adalah inhaled bronchodilators yang disebut "agonists" karena mereka mempromosikan kerja dari beta-2 receptor dari otot-otot dinding bronchial. Receptor ini bekerja dengan mengendurkan dinding yang berotot dari saluran-saluran udara (bronchi), menghasilkan pembesaran broncho (bronchodilation). Kerja pembesaran broncho dari beta- 2 agonists dimulai dalam hitungan menit setelah penghirupan dan berlangsung untuk kira-kira 4 jam. Contoh-contoh dari obat-obatan ini termasuk albuterol (Ventolin, Proventil), metaproterenol (Alupent), pirbuterol acetate (Maxair), dan terbutaline sulfate (Brethaire).
Suatu grup baru dari beta-2 agonists yang kerjanya panjang telah dikembangkan dengan suatu efek yang mendukung durasi dari 12 jam. Inhaler-inhaler ini dapat digunakan dua kali dalam sehari. Salmeterol xinafoate (Serevent) adalah suatu contoh dari kelompok obat-obatan ini. Beta-2 agonists yang bekerja panjang umumnya tidak digunakan untuk serangan-serangan akut. Beta-2 agonists dapat mempunyai efek-efek sampingan, seperti ketakutan, gemetar (tremor), palpitasi atau denyut jantung yang cepat, dan penurunan potassium darah
Sama halnya dengan beta-2 agonists dapat memperbesar saluran-saluran udara, obat-obat beta blocker menghalangi pengenduran dari otot-otot bronchial oleh beta-2 receptors dan dapat menyebabkan penyempitan saluran-saluran udara, memberatkan asma. Oleh karenanya, beta blockers, seperti obat-obat tekanan darah propanolol (Inderal), dan atenolol (Tenormin), harus dihindari oleh pasien-pasien asma jika dimungkinkan.
Anticholinergic agents bekerja pada tipe-tipe syaraf yang berbeda dari beta-2 agonists untuk mencapai suatu pengenduran dan pembukaan dari jalan lintas saluran udara yang serupa. Kedua grup dari bronchodilator inhalers ini jika digunakan bersama dapat menghasilkan suatu peningkatan efek pembesaran bronchi. Suatu contoh dari anticholinergic agent yang umum dipakai adalah ipratropium bromide (Atrovent). Ipratropium memakan waktu lebih lama untuk bekerja dibandingkan dengan beta-2 agonists, dengan keefektifan puncaknya terjadi dua jam setelah masukan dan bertahan selama enam jam. Anticholinergic agents dapat juga sebagai obat yang sangat membantu untuk pasien-pasien dengan emphysema.
Ketika gejala-gejala asma sangat sulit dikontrol dengan beta-2 agonists, corticosteroids yang dihirup (cortisone) seringkali ditambahkan. Corticosteroids dapat memperbaiki fungsi paru-paru dan mengurangi rintangan saluran udara dengan berjalannya waktu. Contoh-contoh dari corticosteroids yang dihirup termasuk beclomethasone dipropionate (Beclovent, Beconase, Vancenase, dan Vanceril), triamcinolone acetonide (Azmacort), dan flunisolide (Aerobid). Dosis yang ideal dari corticosteroids masih tetap belum diketahui. Efek-efek sampingan dari corticosteroids yang dihirup termasuk suara keparauan, kehilangan suara, dan infeksi-infeksi ragi mulut. Penggunaan awal dari corticosteroids yang dihirup dapat mencegah kerusakan yang tidak dapat dibalikkan pada saluran-saluran udara.
Cromolyn sodium (Intal) mencegah pelepasan dari kimia-kimia tertentu didalam paru-paru, seperti histamine, yang dapat menyebabkan asma. Tepatnya bagaimana cromolyn bekerja untuk mencegah asma masih perlu penelitian lebih lanjut. Cromolyn bukanlah suatu corticosteroid dan umumnya tidak berhubungan dengan efek-efek sampingan yang signifikan. Cromolyn berguna dalam pencegahan asma namun mempunyai efektivitas yang terbatas sekali asma akut mulai. Cromolyn dapat membantu mencegah asma yang dipicu oleh latihan, udara dingin, dan unsur-unsur alergi, seperti dander kucing. Cromolyn mungkin digunakan baik pada anak-anak maupun pada orang-orang dewasa.
Theophylline (Theodur, Theoair, Slo-bid, Uniphyl, Theo-24) dan aminophylline adalah contoh-contoh dari methylxanthines. Methylxanthines diberikan secara oral (melalui mulut) atau dengan suntikan melalui urat nadi (intravenously). Sebelum inhalers menjadi populer, methylxanthines adalah arus utama dari perawatan asma. Kafein yang umumnya ada didalam kopi dan minuman ringan (soft drinks) adalah juga suatu obat methylxanthine! Theophylline mengendurka otot-otot yang mengelilingi jalan lintas udara dan mencegah sel-sel tertentu yang melapisi bronchi (mast cells) dari pelepasan kimia-kimia, seperti histamine, yang dapat menyebabkan asma. Theophylline dapat juga bekerja sebagai suatu diuretic yang ringan, menyebabkan peningkatan pengeluaran air seni. Untuk asma yang sulit dikontrol, methylxanthines tetap dapat memainkan suatu peran yang penting. Tingkat-tingkat dosis dari theophylline atau aminophylline dimonitor secara ketat. Tingkat-tingkat yang berlebihan dapat menjurus pada mual, muntah, persoalan-persoalan irama jantung, dan bahkan serangan jantung. Pada kondisi-kondisi medis tertentu, seperti gagal jantung atau sirosis, dosis-dosis dari methylxanthines dikurangi untuk mencegah tingkat-tingkat darah yang berlebihan. Interaksi obat dengan obat-obat lain, seperti cimetidine (Tagamet), calcium channel blockers (Procardia), quinolones (Cipro), dan allopurinol (Xyloprim) dapat lebih jauh mempengaruhi tingkat-tingkat obat didalam darah.
Corticosteroids diberikan secara oral (melalui mulut) untuk asma berat yang tidak responsif pada obat-obatan yang lain. Sayangnya, dosis-dosis yang tinggi dari corticosteroids untuk periode waktu yang panjang dapat mempunyai efek-efek sampingan yang serius, termasuk osteoporosis, patah/retak tulang, diabetes mellitus, hipertensi, penipisan kulit dan memar-memar, insomnia (sulit tidur), perubahan-perubahan emosi, dan penambahan berat badan
Expectorants membantu mengencerkan lendir-lendir saluran udara, membuatnya lebih mudah untuk membersihkan lendir dengan cara membatuk. Potassium iodide umumnya tidak digunakan dan mempunyai efek-efek sampingan yang berpotensi untuk jerawat, peningkatan air liur, hives, dan persoalan-persoalan tiroid. Guaifenesin (Entex, Humibid) dapat meningkatkan produksi cairan didalam paru-paru dan membantu mengencerkan lendir-lendir, namun juga dapat menjadi suatu irritant saluran udara untuk beberapa orang.
Sebagai tambahan pada obat-obat bronchodilator untuk pasien-pasien dengan asma atopik (atopic asthma), menghindari alergen-alergen atau irritant-irritant lainnya bisa menjadi sangat penting. Pada pasien-pasien yang tidak dapat menghindari alergen-alergen, atau yang gejala-gejalabya tidak dapat dikontrol oleh obat-obatan, suntikan-suntikan alergi dipertimbangkan. Keuntungan-keuntungan dari suntikan-suntikan alergi (desensitization) dalam pencegahan asma masih belum ditetapkan dengan kuat. Beberapa dokter masih kuatir dengan risiko dari anaphylaxis, yang terjadi pada satu dari 2 juta dosis yang diberikan. Suntikan-suntikan alergi umumnya paling menguntungkan anak-anak yang alergi pada tungau-tungau (house dust mites). Keuntungan-keuntungan lain dapat terlihat pada serbuk-serbuk sari dan dander binatang.
Pada beberapa pasien-pasien asma, penghindaran dari aspirin, atau NSAIDs lainnya (umumnya digunakan pada perawatan peradangan arthritis) adalah penting. Pada pasien-pasien lain, perawatan yang memadai dari aliran balik dari asam lambung (esophageal reflux) mencegah iritasi dari saluran-saluran udara. Langkah-langkah untuk mencegah esophageal reflux termasuk obat-obatan, menurunkan berat badan, perubahan-perubahan diet, dan berhenti merokok, kopi, dan alkohol. Contoh-contoh dari obat-obatan yang digunakan untuk mengurangi reflux termasuk omeprazole (Prilosec) dan ranitidine (Zantac). Pasien-pasien dengan persoalan-persoalan reflux berat yang menyebabkan persoalan-persoalan paru-paru mungkin memerlukan operasi untuk memperkuat esophageal sphincter dalam rangka mencegah acid reflux (fundoplication surgery). Untuk keterangan lebih lanjut silahkan baca artikel tentang penyakit Gastroesophageal Reflux .
Menurut sejarah, satu dari obat-obatan pertama ynag digunakan untuk asma adalah adrenaline (epinephrine). Adrenaline mempunyai suatu tindakan awal yang cepat dalam membuka saluran-saluran udara (bronchodilation). Ia masih sering digunakan pada situasi-situasi darurat asma. Sayangnya, adrenaline mempunyai banyak efek-efek sampingan, termasuk denyut jantung yang cepat, sakit kepala, mual, muntah, keresahan, dan suatu rasa panik.
Obat-obat yang secara kimia mirip dengan adrenaline telah dikembangkan. Obat-obat ini, disebut beta-2 agonists, mempunyai keuntungan pelebaran broncho dari adrenaline tanpa banyak dari efek-efek sampinganya yang tidak dikehandaki. Beta-2 agonists adalah inhaled bronchodilators yang disebut "agonists" karena mereka mempromosikan kerja dari beta-2 receptor dari otot-otot dinding bronchial. Receptor ini bekerja dengan mengendurkan dinding yang berotot dari saluran-saluran udara (bronchi), menghasilkan pembesaran broncho (bronchodilation). Kerja pembesaran broncho dari beta- 2 agonists dimulai dalam hitungan menit setelah penghirupan dan berlangsung untuk kira-kira 4 jam. Contoh-contoh dari obat-obatan ini termasuk albuterol (Ventolin, Proventil), metaproterenol (Alupent), pirbuterol acetate (Maxair), dan terbutaline sulfate (Brethaire).
Suatu grup baru dari beta-2 agonists yang kerjanya panjang telah dikembangkan dengan suatu efek yang mendukung durasi dari 12 jam. Inhaler-inhaler ini dapat digunakan dua kali dalam sehari. Salmeterol xinafoate (Serevent) adalah suatu contoh dari kelompok obat-obatan ini. Beta-2 agonists yang bekerja panjang umumnya tidak digunakan untuk serangan-serangan akut. Beta-2 agonists dapat mempunyai efek-efek sampingan, seperti ketakutan, gemetar (tremor), palpitasi atau denyut jantung yang cepat, dan penurunan potassium darah
Sama halnya dengan beta-2 agonists dapat memperbesar saluran-saluran udara, obat-obat beta blocker menghalangi pengenduran dari otot-otot bronchial oleh beta-2 receptors dan dapat menyebabkan penyempitan saluran-saluran udara, memberatkan asma. Oleh karenanya, beta blockers, seperti obat-obat tekanan darah propanolol (Inderal), dan atenolol (Tenormin), harus dihindari oleh pasien-pasien asma jika dimungkinkan.
Anticholinergic agents bekerja pada tipe-tipe syaraf yang berbeda dari beta-2 agonists untuk mencapai suatu pengenduran dan pembukaan dari jalan lintas saluran udara yang serupa. Kedua grup dari bronchodilator inhalers ini jika digunakan bersama dapat menghasilkan suatu peningkatan efek pembesaran bronchi. Suatu contoh dari anticholinergic agent yang umum dipakai adalah ipratropium bromide (Atrovent). Ipratropium memakan waktu lebih lama untuk bekerja dibandingkan dengan beta-2 agonists, dengan keefektifan puncaknya terjadi dua jam setelah masukan dan bertahan selama enam jam. Anticholinergic agents dapat juga sebagai obat yang sangat membantu untuk pasien-pasien dengan emphysema.
Ketika gejala-gejala asma sangat sulit dikontrol dengan beta-2 agonists, corticosteroids yang dihirup (cortisone) seringkali ditambahkan. Corticosteroids dapat memperbaiki fungsi paru-paru dan mengurangi rintangan saluran udara dengan berjalannya waktu. Contoh-contoh dari corticosteroids yang dihirup termasuk beclomethasone dipropionate (Beclovent, Beconase, Vancenase, dan Vanceril), triamcinolone acetonide (Azmacort), dan flunisolide (Aerobid). Dosis yang ideal dari corticosteroids masih tetap belum diketahui. Efek-efek sampingan dari corticosteroids yang dihirup termasuk suara keparauan, kehilangan suara, dan infeksi-infeksi ragi mulut. Penggunaan awal dari corticosteroids yang dihirup dapat mencegah kerusakan yang tidak dapat dibalikkan pada saluran-saluran udara.
Cromolyn sodium (Intal) mencegah pelepasan dari kimia-kimia tertentu didalam paru-paru, seperti histamine, yang dapat menyebabkan asma. Tepatnya bagaimana cromolyn bekerja untuk mencegah asma masih perlu penelitian lebih lanjut. Cromolyn bukanlah suatu corticosteroid dan umumnya tidak berhubungan dengan efek-efek sampingan yang signifikan. Cromolyn berguna dalam pencegahan asma namun mempunyai efektivitas yang terbatas sekali asma akut mulai. Cromolyn dapat membantu mencegah asma yang dipicu oleh latihan, udara dingin, dan unsur-unsur alergi, seperti dander kucing. Cromolyn mungkin digunakan baik pada anak-anak maupun pada orang-orang dewasa.
Theophylline (Theodur, Theoair, Slo-bid, Uniphyl, Theo-24) dan aminophylline adalah contoh-contoh dari methylxanthines. Methylxanthines diberikan secara oral (melalui mulut) atau dengan suntikan melalui urat nadi (intravenously). Sebelum inhalers menjadi populer, methylxanthines adalah arus utama dari perawatan asma. Kafein yang umumnya ada didalam kopi dan minuman ringan (soft drinks) adalah juga suatu obat methylxanthine! Theophylline mengendurka otot-otot yang mengelilingi jalan lintas udara dan mencegah sel-sel tertentu yang melapisi bronchi (mast cells) dari pelepasan kimia-kimia, seperti histamine, yang dapat menyebabkan asma. Theophylline dapat juga bekerja sebagai suatu diuretic yang ringan, menyebabkan peningkatan pengeluaran air seni. Untuk asma yang sulit dikontrol, methylxanthines tetap dapat memainkan suatu peran yang penting. Tingkat-tingkat dosis dari theophylline atau aminophylline dimonitor secara ketat. Tingkat-tingkat yang berlebihan dapat menjurus pada mual, muntah, persoalan-persoalan irama jantung, dan bahkan serangan jantung. Pada kondisi-kondisi medis tertentu, seperti gagal jantung atau sirosis, dosis-dosis dari methylxanthines dikurangi untuk mencegah tingkat-tingkat darah yang berlebihan. Interaksi obat dengan obat-obat lain, seperti cimetidine (Tagamet), calcium channel blockers (Procardia), quinolones (Cipro), dan allopurinol (Xyloprim) dapat lebih jauh mempengaruhi tingkat-tingkat obat didalam darah.
Corticosteroids diberikan secara oral (melalui mulut) untuk asma berat yang tidak responsif pada obat-obatan yang lain. Sayangnya, dosis-dosis yang tinggi dari corticosteroids untuk periode waktu yang panjang dapat mempunyai efek-efek sampingan yang serius, termasuk osteoporosis, patah/retak tulang, diabetes mellitus, hipertensi, penipisan kulit dan memar-memar, insomnia (sulit tidur), perubahan-perubahan emosi, dan penambahan berat badan
Expectorants membantu mengencerkan lendir-lendir saluran udara, membuatnya lebih mudah untuk membersihkan lendir dengan cara membatuk. Potassium iodide umumnya tidak digunakan dan mempunyai efek-efek sampingan yang berpotensi untuk jerawat, peningkatan air liur, hives, dan persoalan-persoalan tiroid. Guaifenesin (Entex, Humibid) dapat meningkatkan produksi cairan didalam paru-paru dan membantu mengencerkan lendir-lendir, namun juga dapat menjadi suatu irritant saluran udara untuk beberapa orang.
Sebagai tambahan pada obat-obat bronchodilator untuk pasien-pasien dengan asma atopik (atopic asthma), menghindari alergen-alergen atau irritant-irritant lainnya bisa menjadi sangat penting. Pada pasien-pasien yang tidak dapat menghindari alergen-alergen, atau yang gejala-gejalabya tidak dapat dikontrol oleh obat-obatan, suntikan-suntikan alergi dipertimbangkan. Keuntungan-keuntungan dari suntikan-suntikan alergi (desensitization) dalam pencegahan asma masih belum ditetapkan dengan kuat. Beberapa dokter masih kuatir dengan risiko dari anaphylaxis, yang terjadi pada satu dari 2 juta dosis yang diberikan. Suntikan-suntikan alergi umumnya paling menguntungkan anak-anak yang alergi pada tungau-tungau (house dust mites). Keuntungan-keuntungan lain dapat terlihat pada serbuk-serbuk sari dan dander binatang.
Pada beberapa pasien-pasien asma, penghindaran dari aspirin, atau NSAIDs lainnya (umumnya digunakan pada perawatan peradangan arthritis) adalah penting. Pada pasien-pasien lain, perawatan yang memadai dari aliran balik dari asam lambung (esophageal reflux) mencegah iritasi dari saluran-saluran udara. Langkah-langkah untuk mencegah esophageal reflux termasuk obat-obatan, menurunkan berat badan, perubahan-perubahan diet, dan berhenti merokok, kopi, dan alkohol. Contoh-contoh dari obat-obatan yang digunakan untuk mengurangi reflux termasuk omeprazole (Prilosec) dan ranitidine (Zantac). Pasien-pasien dengan persoalan-persoalan reflux berat yang menyebabkan persoalan-persoalan paru-paru mungkin memerlukan operasi untuk memperkuat esophageal sphincter dalam rangka mencegah acid reflux (fundoplication surgery). Untuk keterangan lebih lanjut silahkan baca artikel tentang penyakit Gastroesophageal Reflux .
Serangan Asma Akut
Suatu serangan asma akut, atau tiba-tiba, umumnya disebabkan oleh suatu ekspose pada alergen-alergen atau suatu infeksi pernapasan bagian atas. Beratnya dari serangan tergantung dari berapa baiknya asma anda yang mendasarinya dikontrol (merefleksikan berapa baiknya peradangan saluran udara dikontrol). Suatu serangan akut berpotensi membahayakan nyawa karena itu dapat tetap berlangsung walaupun telah digunakan obat-obatan yang biasa digunakan untuk cepat melegakan (inhaled bronchodilators). Asma yang tidak responsif terhadap perawatan dengan suatu inhaler harus mendorong anda untuk segera mencari bantuan medis pada UGD dari rumah sakit terdekat atau tempat praktek spesialis asma, tergantung dari keadaan dan waktu. Serangan-serangan asma tidak berhenti dengan sendirinya tanpa perawatan. Jika anda mengabaikan tanda-tanda peringatan awal, anda membahayakan diri anda pada pengembangan "status asthmaticus".
Fakta Alergi
Serangan-serangan asma yang diperpanjang yang tidak merespon pada perawatan dengan bronchodilators adalah suatu keadaan darurat medis. Dokter-dokter menyebut serangan-serangan berat ini "status asthmaticus," dan mereka memerlukan perawatan darurat segera.
Gejala-gejala dari asma berat adalah batuk yang gigih dan ketidakmampuan untuk menyelesaikan kalimat-kalimat penuh atau berjalan tanpa kehabisan napas. Dada anda mungkin terasa sesak dan bibir-bibir anda mungkin mempunyai warna kebiru-biruan. Sebagai tambahan, anda mungkin merasa peradangan, kebingungan, atau suatu ketidakmampuan untuk berkonsentrasi. Anda mungkin membungkukkan pundak-pundak anda, duduk atau berdiri untuk bernapas lebih mudah, dan menegangkan otot-otot perut dan leher anda. Ini adalah tanda-tanda gagalnya sistim pernapasan yang segera terjadi. Pada titik ini, kelihatannya obat-obatan yang dihirup tidak dapat membalikkan proses ini. Suatu ventilator mekanis diperlukan untuk membantu paru-paru dan otot-otot pernapasan. Suatu masker muka atau tabung pernapasan dimasukkan kedalam hidung atau mulut untuk perawatan ini. Bantuan-bantuan pernapasan ini adalah sementara dan dilepaskan segera sesudah serangan mereda dan paru-paru telah cukup pulih untuk memulai lagi pekerjaan pernapasan atas kemampuannya sendiri. Suatu opname singkat di ICU mungkin adalah suatu akibat dari suatu serangan berat yang tidak segera dirawat. Untuk mencegah opname seperti itu, adalah paling baik, pada waktu mulainya gejala-gejala, untuk memulai segera perawatan awal dirumah atau diruang praktek dokter anda.
Fakta Alergi
Kehadiran dari wheezing atau batuk sendirinya sebenarnya bukan suatu standar yang dapat diandalkan untuk menilai beratnya suatu serangan asma. Serangan-serangan sangat berat dapat menyumbat tabung-tabung pada suatu tingkat dimana kekurangan udara masuk dan keluar dari paru-paru anda gagal menghasilkan wheezing atau batuk.
Fakta Alergi
Serangan-serangan asma yang diperpanjang yang tidak merespon pada perawatan dengan bronchodilators adalah suatu keadaan darurat medis. Dokter-dokter menyebut serangan-serangan berat ini "status asthmaticus," dan mereka memerlukan perawatan darurat segera.
Gejala-gejala dari asma berat adalah batuk yang gigih dan ketidakmampuan untuk menyelesaikan kalimat-kalimat penuh atau berjalan tanpa kehabisan napas. Dada anda mungkin terasa sesak dan bibir-bibir anda mungkin mempunyai warna kebiru-biruan. Sebagai tambahan, anda mungkin merasa peradangan, kebingungan, atau suatu ketidakmampuan untuk berkonsentrasi. Anda mungkin membungkukkan pundak-pundak anda, duduk atau berdiri untuk bernapas lebih mudah, dan menegangkan otot-otot perut dan leher anda. Ini adalah tanda-tanda gagalnya sistim pernapasan yang segera terjadi. Pada titik ini, kelihatannya obat-obatan yang dihirup tidak dapat membalikkan proses ini. Suatu ventilator mekanis diperlukan untuk membantu paru-paru dan otot-otot pernapasan. Suatu masker muka atau tabung pernapasan dimasukkan kedalam hidung atau mulut untuk perawatan ini. Bantuan-bantuan pernapasan ini adalah sementara dan dilepaskan segera sesudah serangan mereda dan paru-paru telah cukup pulih untuk memulai lagi pekerjaan pernapasan atas kemampuannya sendiri. Suatu opname singkat di ICU mungkin adalah suatu akibat dari suatu serangan berat yang tidak segera dirawat. Untuk mencegah opname seperti itu, adalah paling baik, pada waktu mulainya gejala-gejala, untuk memulai segera perawatan awal dirumah atau diruang praktek dokter anda.
Fakta Alergi
Kehadiran dari wheezing atau batuk sendirinya sebenarnya bukan suatu standar yang dapat diandalkan untuk menilai beratnya suatu serangan asma. Serangan-serangan sangat berat dapat menyumbat tabung-tabung pada suatu tingkat dimana kekurangan udara masuk dan keluar dari paru-paru anda gagal menghasilkan wheezing atau batuk.
Banyaknya pemicu-pemicu asma yang berpotensi menerangkan sebagian besar cara-cara yang berbeda dimana asma dapat hadir. Pada kebanyakan kasus-kasus, penyakit mulai pada umur kanak-kanak 2 sampai 6 tahun. Pada kelompok umur ini, penyebab asma seringkali dihubungkan pada ekspose pada alergen-alergen, seperti tungau (dust mites), asap rokok, dan infeksi-infeksi virus pernapasan. Pada anak-anak muda, kurang dari umur 2 tahun, asma dapat menjadi sulit didiagnosis dengan kepastian. Mencuit-cuit (wheezing) pada umur ini seringkali mengikuti suatu infeksi virus dan dapat hilang kemudian, tanpa pernah menjurus ke asma. Asma, bagaimanapun, dapat berkembang kembali pada masa dewasa. Asma yang timbul pada masa dewasa lebih sering terjadi pada wanita, kebanyakan paruh umur, dan seringkali mengikuti suatu infeksi saluran pernapasan. Pemicu-pemicu pada kelompok ini umumnya sifatnya nonalergi.
Tipe-Tipe: Asma alergi (extrinsic) dan Asma nonalergi (intrinsic)
Dokter anda mungkin merujuk ke asma sebagai "extrinsic" atau "intrinsic". Suatu pengertian yang lebih baik dari sifat asma dapat membantu menerangkan perbedaan-perbedaan antara mereka. Extrinsic, atau asma alergi (allergic asthma), adalah jauh lebih umum (90% dari semua kasus-kasus) dan secara khas berkembang pada masa kanak-kanak. Kira-kira 80% dari anak-anak dengan asma mempunyai alergi-alergi yang terdokumentasi. Secara khas, ada suatu sejarah alergi-alergi keluarga. Apalagi, kondisi-kondisi alergi lainnya, seperti alergi-alergi hidung atau ekzema (eczema), seringkali juga hadir. Asma alergi seringkali menghilang (go into remission) pada awal kedewasaan. Bagaimanapun, pada 75% dari kasus-kasus, asma kemudian timbul kembali.
Asma Intrinsic mewakili kira-kira 10% dari semua kasus-kasus. Dia umumnya berkembang setelah umur 30 tahun dan secara khas tidak berhubungan dengan alergi-alergi. Wanita-wanita lebih sering terlibat dan banyak kasus-kasus kelihatannya mengikuti suatu infeksi saluran pernapasan. Kondisinya dapat menjadi sulit dirawat dan gejala-gejalanya seringkali kronis dan sepanjang tahun.
Gejala-Gejala dan Tanda-Tanda Khas Asma
Gejala-gejala asma berbeda dari orang ke orang dan didalam individu dari waktu ke waktu. Adalah sangat penting untuk mengingat bahwa banyak dari gejala-gejala ini dapat menjadi tidak kentara dan mirip dengan yang terlihat pada kondisi-kondisi lain. Semua gejala-gejala yang disebut dibawah dapat hadir pada kondisi-kondisi lain pernapasan, dan kadangkala, jantung. Kebingungan yang berpotensi ini membuat identifikasi terjadinya gejala-gejala dan tes-tes diagnostik, menjadi sangat penting untuk mengenali kelainan-kelainan ini.
Empat gejala-gejala utama yang dikenali:
• Napas yang pendek - terutama dengan pengerahan tenaga atau waktu malam
• Mencuit-cuit (wheezing) - suatu suara bersiul atau berdesis ketika mengeluarkan napas
• Batuk - mungkin kronis; umumnya memburuk waktu malam dan waktu awal pagi; dan dapat terjadi setelah latihan atau ekspose pada udara dingin dan kering
• Dada Sesak - bisa terjadi dengan atau tanpa gejala-gejala diatas
Fakta-Fakta Asma
Asma dikelompokkan berdasarkan pada frekwensi dan beratnya gejala-gejala, atau "serangan-serangan", dan hasil-hasil dari tes-tes fungsi paru-paru.
• 30% dari pasien-pasien mempunayi gejala-gejala asma yang ringan, sebentar-sebentar (kurang dari dua episode setiap minggu) dengan tes-tes pernapasan yang normal
• 30% mempunyai gejala-gejala asma yang ringan, gigih (dua atau lebih episode-episode setiap minggu) dengan tes-tes pernapasan yang normal atau abnormal
• 40% mempunyai gejala-gejala asma yang sedang atau berat, gigih (setiap hari atau terus menerus) dengan tes-tes pernapasan abnormal
Tipe-Tipe: Asma alergi (extrinsic) dan Asma nonalergi (intrinsic)
Dokter anda mungkin merujuk ke asma sebagai "extrinsic" atau "intrinsic". Suatu pengertian yang lebih baik dari sifat asma dapat membantu menerangkan perbedaan-perbedaan antara mereka. Extrinsic, atau asma alergi (allergic asthma), adalah jauh lebih umum (90% dari semua kasus-kasus) dan secara khas berkembang pada masa kanak-kanak. Kira-kira 80% dari anak-anak dengan asma mempunyai alergi-alergi yang terdokumentasi. Secara khas, ada suatu sejarah alergi-alergi keluarga. Apalagi, kondisi-kondisi alergi lainnya, seperti alergi-alergi hidung atau ekzema (eczema), seringkali juga hadir. Asma alergi seringkali menghilang (go into remission) pada awal kedewasaan. Bagaimanapun, pada 75% dari kasus-kasus, asma kemudian timbul kembali.
Asma Intrinsic mewakili kira-kira 10% dari semua kasus-kasus. Dia umumnya berkembang setelah umur 30 tahun dan secara khas tidak berhubungan dengan alergi-alergi. Wanita-wanita lebih sering terlibat dan banyak kasus-kasus kelihatannya mengikuti suatu infeksi saluran pernapasan. Kondisinya dapat menjadi sulit dirawat dan gejala-gejalanya seringkali kronis dan sepanjang tahun.
Gejala-Gejala dan Tanda-Tanda Khas Asma
Gejala-gejala asma berbeda dari orang ke orang dan didalam individu dari waktu ke waktu. Adalah sangat penting untuk mengingat bahwa banyak dari gejala-gejala ini dapat menjadi tidak kentara dan mirip dengan yang terlihat pada kondisi-kondisi lain. Semua gejala-gejala yang disebut dibawah dapat hadir pada kondisi-kondisi lain pernapasan, dan kadangkala, jantung. Kebingungan yang berpotensi ini membuat identifikasi terjadinya gejala-gejala dan tes-tes diagnostik, menjadi sangat penting untuk mengenali kelainan-kelainan ini.
Empat gejala-gejala utama yang dikenali:
• Napas yang pendek - terutama dengan pengerahan tenaga atau waktu malam
• Mencuit-cuit (wheezing) - suatu suara bersiul atau berdesis ketika mengeluarkan napas
• Batuk - mungkin kronis; umumnya memburuk waktu malam dan waktu awal pagi; dan dapat terjadi setelah latihan atau ekspose pada udara dingin dan kering
• Dada Sesak - bisa terjadi dengan atau tanpa gejala-gejala diatas
Fakta-Fakta Asma
Asma dikelompokkan berdasarkan pada frekwensi dan beratnya gejala-gejala, atau "serangan-serangan", dan hasil-hasil dari tes-tes fungsi paru-paru.
• 30% dari pasien-pasien mempunayi gejala-gejala asma yang ringan, sebentar-sebentar (kurang dari dua episode setiap minggu) dengan tes-tes pernapasan yang normal
• 30% mempunyai gejala-gejala asma yang ringan, gigih (dua atau lebih episode-episode setiap minggu) dengan tes-tes pernapasan yang normal atau abnormal
• 40% mempunyai gejala-gejala asma yang sedang atau berat, gigih (setiap hari atau terus menerus) dengan tes-tes pernapasan abnormal
Peradangan
Peradangan, atau pembengkakkan, adalah suatu respon normal dari tubuh terhadap luka atau infeksi. Aliran darah meningkat pada tempat yang terpengaruhi dan sel-sel masuk menyerbu dan menghindari persoalan yang menyerang. Proses penyembuhan telah mulai. Pada umumnya, ketika penyembuhan selesai, peradangan mereda. Kadangkala, proses penyembuhan menyebabkan meninggalkan parut. Persoalan utama pada asma, bagaimanapun, adalah bahwa peradangan tidak dapat dipecahkan sepenuhnya dengan sendirinya. Dalam jangka pendek, ini berakibat pada berulangnya serangan asma. Dalam jangka panjang, itu dapat menjurus pada penebalan yang menetap dari dinding-dinding bronchial, disebut "perubahan bentuk" saluran-saluran udara (airway "remodeling). Jika ini terjadi, penyempitan dari tabung-tabung bronchial dapat menjadi tidak dapat dirubah dan kemampuan reaksi yang miskin terhadap obat-obatan. Oleh karenanya, tujuan-tujuan dari perawatan asma adalah: (1) dalam jangka pendek, mengontrol peradangan saluran udara sehingga mengurangi reaktivitas dari saluran-saluran udara; dan (2) dalam jangka panjang, mencegah perubahan bentuk saluran-saluran udara.
Tanda dari pengaturan asma adalah pencegahan dan perawatan peradangan saluran udara. Kontrol dari peradangan kelihatannya juga akan mencegah perubahan bentuk saluran udara dan dengan demikian mencegah kehilangan yang menetap dari fungsi paru-paru.
Berbagai pemicu-pemicu pada individu-individu yang rentan berakibat pada peradangan saluran-saluran udara. Peradangan yang diperpanjang menginduksi suatu keadaan hiperreaktivitas saluran udara, yang dapat berlanjut pada perubahan bentuk saluran udara (airway remodeling) kecuali dirawat secara efektif.
Pemicu-Pemicu Penyebab Serangan Asma
Gejala-gejala asma dapat diaktifkan atau dijengkelkan oleh banyak unsur-unsur. Tidak semua penderita asma bereaksi pada pemicu-pemicu yang sama. Sebagai tambahan, efek setiap pemicu pada paru-paru berbeda dari satu individu ke individu lainnya. Garis besarnya, kekerasannya dari asma anda tergantung dari berapa banyak unsur-unsur (agents) mengaktifkan gejala-gejala anda dan berapa pekanya paru-paru anda pada mereka. Kebanyakan dari pemicu-pemicu ini dapat juga memperburuk gejala-gejala hidung atau mata.
Pemicu-pemicu dibagi dalam dua katagori:
• Alergen-alergen ("spesifik")
• Nonalergen-nonalergen - kebanyakan irritants (nonspesifik)
Sekali saja tabung-tabung bronchial anda menjadi beradang dari suatu ekspose pada alergen, suatu ekspose kembali pada alergen yang menyerang itu sering kali akan mengaktifkan gejala-gejala. Tabung-tabung bronchial yang reaktif ini mungkin juga dapat merespon pada pemicu-pemicu lainnya, seperti latihan, infeksi-infeksi, dan irritant-irritant lainnya. Berikut adalah suatu checklist yang sederhan.
Pemicu-pemicu asma yang umum:
Alergen-Alergen
• Serbuk sari-serbuk sari musiman
• Tungau, jamur, binatang dan bagian-bagian serangga sepanjang tahun
• Makanan, seperti ikan, telur, kacang tanah, kacang-kacangan, susu sapi dan kedele
• Additives, seperti sulfites
• unsur-unsur yang berhubungan dengan kerja, seperti latex
Irritant-irritant
• Infeksi-infeksi pernapasan, seperti yang disebabkan oleh virus selesma, bronchitis, and sinusitis
• Obat-obatan, seperti aspirin, NSAIDs (nonsteroidal antiinflammatory drugs) lainnya, dan beta blockers (digunakan untuk merawat tekanan darah dan kondisi-kondisi jantung lainnya)
• Asap rokok
• Faktor-faktor luar ruangan, seperti asap, perubahan cuaca, dan asap-asap diesel
• Faktor-faktor dalam ruangan, seperti cat-cat, detergents, deodorants, kimia-kimia, dan minyak wangi-minyak wangi
• Waktu malam
• GERD (gastroesophageal reflux disorder)
• Latihan, terutama dibawah kondisi-kondisi yang dingin dan kering
• Faktor-faktor yang berhubungan dengan kerja, seperti kimia-kimia, debu-debu, gas-gas, dan logam-logam
• Faktor-faktor emosi, seperti tertawa, menangis, berteriak, dan keadaan-keadaan yang menyusahkan
• Faktor-faktor hormon, seperti sindrom premenstrual
Tanda dari pengaturan asma adalah pencegahan dan perawatan peradangan saluran udara. Kontrol dari peradangan kelihatannya juga akan mencegah perubahan bentuk saluran udara dan dengan demikian mencegah kehilangan yang menetap dari fungsi paru-paru.
Berbagai pemicu-pemicu pada individu-individu yang rentan berakibat pada peradangan saluran-saluran udara. Peradangan yang diperpanjang menginduksi suatu keadaan hiperreaktivitas saluran udara, yang dapat berlanjut pada perubahan bentuk saluran udara (airway remodeling) kecuali dirawat secara efektif.
Pemicu-Pemicu Penyebab Serangan Asma
Gejala-gejala asma dapat diaktifkan atau dijengkelkan oleh banyak unsur-unsur. Tidak semua penderita asma bereaksi pada pemicu-pemicu yang sama. Sebagai tambahan, efek setiap pemicu pada paru-paru berbeda dari satu individu ke individu lainnya. Garis besarnya, kekerasannya dari asma anda tergantung dari berapa banyak unsur-unsur (agents) mengaktifkan gejala-gejala anda dan berapa pekanya paru-paru anda pada mereka. Kebanyakan dari pemicu-pemicu ini dapat juga memperburuk gejala-gejala hidung atau mata.
Pemicu-pemicu dibagi dalam dua katagori:
• Alergen-alergen ("spesifik")
• Nonalergen-nonalergen - kebanyakan irritants (nonspesifik)
Sekali saja tabung-tabung bronchial anda menjadi beradang dari suatu ekspose pada alergen, suatu ekspose kembali pada alergen yang menyerang itu sering kali akan mengaktifkan gejala-gejala. Tabung-tabung bronchial yang reaktif ini mungkin juga dapat merespon pada pemicu-pemicu lainnya, seperti latihan, infeksi-infeksi, dan irritant-irritant lainnya. Berikut adalah suatu checklist yang sederhan.
Pemicu-pemicu asma yang umum:
Alergen-Alergen
• Serbuk sari-serbuk sari musiman
• Tungau, jamur, binatang dan bagian-bagian serangga sepanjang tahun
• Makanan, seperti ikan, telur, kacang tanah, kacang-kacangan, susu sapi dan kedele
• Additives, seperti sulfites
• unsur-unsur yang berhubungan dengan kerja, seperti latex
Irritant-irritant
• Infeksi-infeksi pernapasan, seperti yang disebabkan oleh virus selesma, bronchitis, and sinusitis
• Obat-obatan, seperti aspirin, NSAIDs (nonsteroidal antiinflammatory drugs) lainnya, dan beta blockers (digunakan untuk merawat tekanan darah dan kondisi-kondisi jantung lainnya)
• Asap rokok
• Faktor-faktor luar ruangan, seperti asap, perubahan cuaca, dan asap-asap diesel
• Faktor-faktor dalam ruangan, seperti cat-cat, detergents, deodorants, kimia-kimia, dan minyak wangi-minyak wangi
• Waktu malam
• GERD (gastroesophageal reflux disorder)
• Latihan, terutama dibawah kondisi-kondisi yang dingin dan kering
• Faktor-faktor yang berhubungan dengan kerja, seperti kimia-kimia, debu-debu, gas-gas, dan logam-logam
• Faktor-faktor emosi, seperti tertawa, menangis, berteriak, dan keadaan-keadaan yang menyusahkan
• Faktor-faktor hormon, seperti sindrom premenstrual
Langganan:
Postingan (Atom)