Saat Untuk Memanggil Dokter Untuk Hipotensi Orthostatik (Orthostatic Hypotension)
Merasa pingsan atau pening adalah tidak normal. Sementara episode yang jarang yang dapat dijelaskan oleh keadaan-keadaan, seperti bekerja atau latihan di panas, mungkin diabaikan, kejadian-kejadian yang lebih seing harus diselidiki.
Jika seseorang pingsan dan tidak sadar, bahkan untuk periode waktu yang singkat, adalah tidak pernah normal dan perawatan medis harus diakses.
Mendiagnosa Hipotensi Orthostatik (Orthostatic Hypotension)
Kunci pada diagnosis adalah pemeriksaan sejarah dan fisik yang baik. Dokter akan ingin mengetahui keadaan-keadaan yang berhubungan dengan gejala-gejala dari kepeningan atau pingsan, karena pasien tidak mungkin telah mengukur tekanan darah mereka dan memeriksa angka nadi mereka ditengah-tengah episode.
Gejala-gejala cenderung transient (sementara) dan menghilang dengan cepat. Jika ada kekhawatiran bahwa tanda-tanda vital akan berubah denga posisi, dokter akan mengukur tekanan darah pada kedua posisi yaitu berbaring dan berdiri dan mencari perubahan-perubahan.
Menurut American Academy of Neurology, diagnosis yang formal dari hipotensi orthostatik memerlukan kejatuhan dari 20mm pada tekanan darah systolic atau kejatuhan 10mm pada tekanan darah diastolic dalam tiga menit berdiri. Seringkali ada peningkatan yang berhubungan pada nadi jantung, terutama jika dehidrasi atau perdarahan adalah penyebabnya (jika pasien mengkonsumsi beta blocker, nadi jantung mungkin tidak mampu untuk merespon dengan peningkatan).
Tes-tes darah mungkin dipesan untuk mencari penyebab yang mendasarinya. Ini mungkin termasuk jumlah sel darah merah atau red blood cell count (CBC) untuk menilai anemia atau perdarahan. Elektrolit-elektrolit mungkin diperiksa, terutama jika telah ada sejarah kehilangan cairan melalui muntah atau diare, karena kelainan-kelainan sodium dan potassium mungkin adalah persoalan. Fungsi ginjal mungkin diakses (dinilai).
Jika pemeriksaan fisik mengungkap kekhawatiran tentang jantung, electrocardiogram (EKG) mungkin dilakukan untuk mengevaluasi konduksi elektrik dan irama jantung. Echocardiogram atau ultrasound dari jantung mungkin dipesan untuk mengevaluasi klep-klep jantung dan menilai fungsi dari otot jantung. Stress test mungkin dipertimbangkan jika ada kekhawatiran tentang penyakit arteri koroner.
Heads-up tilt table test mungkin dipesan jika gejala-gejala dari hipotensi orthostatik terus menerus berulang namun telah menjadi sulit untuk mengdokumentasikan kelainan-kelainan dalam pembacaan-pembacaan tekanan darah. Sewaktu tes, pasien diikat rata diatas meja, dan ketika meja secara berangsur-angsur dimiringkan ke sudut 70 atau 80 derajat, pembacaan-pembacaan tekanan darah dan nadi jantung yang terus menerus diambil. Pasien mungkin ditinggalkan diatas meja untuk lebih dari 10 menit untuk mencari perubahan-perubahan yang tertunda yang terlihat pada postural orthostatic tachycardia syndrome.
Untuk banyak pasien-pasien, diagnosis mungkin dibuat berdasarkan pada pemeriksaan sejarah dan fisik, dan tidak ada pengujian lebih jauh mungkin diperlukan.
Selasa, 31 Mei 2011
Hipotensi Orthostatik (3)
Faktor-Faktor Risiko Untuk Hipotensi Orthostatik (Orthostatic Hypotension)
Hipotensi orthostatik paling sering terjadi pada kaum tua. "Pengerasan dari arteri-arteri" atau atherosclerosis yang berkembang ketika kita menua membuat pembuluh-pembuluh darah lebih sulit untuk beradaptasi secara cepat ketika diperlukan. Begitu juga, banyak dari penyakit-penyakit yang berhubungan dengan hipotensi orthostatik adalah progresif, dengan gejala-gejalanya memburuk dengan umur.
Kehamilan berhubungan dengan hipotensi orthostatik. Ketika kehamilan berlanjut, volume dari sistim sirkulasi membesar dan tekanan darah cenderung jatuh. Ini mungkin menjurus pada kepeningan ketika berdiri dengan cepat. Tingkat-tingkat tekanan darah kembali ke normal setelah kelahiran.
Berkeringat yang berlebihan yang disebabkan oleh pengerahan tenaga fisik dan paparan pada panas adalah faktor-faktor risiko dan penyebab-penyebab potensial dari dehidrasi dan gejala-gejala dari hipotensi orthostatik. Pasien-pasien yang mempunyai faktor-faktor risiko lain untuk mengembangkan hipotensi orthostatik mempunyai risiko yang meningkat jika mereka menjadi terdehidrasi bahkan dengan ringan.
Penggunaan alkohol yang kronis dan penyalahgunaan obat adalah juga faktor-faktor risiko untuk mengembangkan gejala-gejala dari hipotensi orhostatik.
Gejala-Gejala Hipotensi Orthostatik (Orthostatic Hypotension)
Ketika otak tidak mendapat cukup suplai darah, ia mulai turun fungsinya.
Gejala-gejala termasuk:
• kepeningan,
• kebingungan,
• mual, dan
• pingsan.
Mungkin juga ada kelemahan, penglihatan yang kabur, dan kegemetaran.
Gejala-gejala ini mungkin hilang secara cepat ketika tubuh perlahan-lahan menyesuaikan pada posisi berdiri, namun pada beberapa kasus-kasus pasien harus duduk atau berbaring dengan cepat untuk mencegah pingsan.
Hipotensi orthostatik paling sering terjadi pada kaum tua. "Pengerasan dari arteri-arteri" atau atherosclerosis yang berkembang ketika kita menua membuat pembuluh-pembuluh darah lebih sulit untuk beradaptasi secara cepat ketika diperlukan. Begitu juga, banyak dari penyakit-penyakit yang berhubungan dengan hipotensi orthostatik adalah progresif, dengan gejala-gejalanya memburuk dengan umur.
Kehamilan berhubungan dengan hipotensi orthostatik. Ketika kehamilan berlanjut, volume dari sistim sirkulasi membesar dan tekanan darah cenderung jatuh. Ini mungkin menjurus pada kepeningan ketika berdiri dengan cepat. Tingkat-tingkat tekanan darah kembali ke normal setelah kelahiran.
Berkeringat yang berlebihan yang disebabkan oleh pengerahan tenaga fisik dan paparan pada panas adalah faktor-faktor risiko dan penyebab-penyebab potensial dari dehidrasi dan gejala-gejala dari hipotensi orthostatik. Pasien-pasien yang mempunyai faktor-faktor risiko lain untuk mengembangkan hipotensi orthostatik mempunyai risiko yang meningkat jika mereka menjadi terdehidrasi bahkan dengan ringan.
Penggunaan alkohol yang kronis dan penyalahgunaan obat adalah juga faktor-faktor risiko untuk mengembangkan gejala-gejala dari hipotensi orhostatik.
Gejala-Gejala Hipotensi Orthostatik (Orthostatic Hypotension)
Ketika otak tidak mendapat cukup suplai darah, ia mulai turun fungsinya.
Gejala-gejala termasuk:
• kepeningan,
• kebingungan,
• mual, dan
• pingsan.
Mungkin juga ada kelemahan, penglihatan yang kabur, dan kegemetaran.
Gejala-gejala ini mungkin hilang secara cepat ketika tubuh perlahan-lahan menyesuaikan pada posisi berdiri, namun pada beberapa kasus-kasus pasien harus duduk atau berbaring dengan cepat untuk mencegah pingsan.
Hipotensi Orthostatik (2)
Penyebab Hipotensi Orthostatik (Orthostatic Hypotension)
Hipotensi orthostatik mempunyai banyak sebab-sebab yang potensial, beberapa mempengaruhi hanya satu bagian dari sistim yang mensuplai darah ke otak, dan yang lain-lain mempengaruhi dua atau tiga.
Kehilangan cairan didalam pembuluh-pembuluh darah adalah sebab yang paling umum untuk mengembangkan gejala-gejala dari hipotensi orthostatik. Cairan mungkin adalah air atau darah tergantung pada penyebabnya.
• Dehidrasi terjadi ketika pemasukan cairan tidak dapat menandingi jumlah cairan yang hilang oleh tubuh. Muntah, diare, demam, dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (contohnya, kelelahan karena panas atau heat stroke) adala sebab-sebab yang umum seseorang kehilangan jumlah cairan yang signifikan. Diuretics atau pil-pil air yang digunakan untuk mengontrol tekanan darah tinggi adalah juga penyebab lain dari jumlah cairan yang berkurang dalam tubuh.
• Kehilangan darah dan sebab-sebab lain dari anemia mengurangi jumlah sel-sel darah merah yang mengangkut oksigen dalam aliran darah, dan ini mungkin menjurus pada gejala-gejala dari hipotensi orthostatik. Perdarahan mungkin timbul dari satu kejadian yang besar atau mungkin terjadi perlahan-lahan melalui periode waktu. Dengan perdarahan yang perlahan, tubuh mungkin mampu untuk mengkompensasi, menggantikan volume yang hilang dari sel-sel darah merah dengan air didalam aliran darah. Bagaimanpun, sesaat kemudian kehilangan dari kapasitas darah mengangkut oksigen akan menyebabkan gejala-gejala untuk berkembang. Sebagai tambahan pada kepeningan-kepeningan, mungkin ada kelemahan, sesak napas, atau nyeri dada.
• Obat-Obat yang mempengaruhi autonomic nervous system mungkin juga menyebabkan hipotensi orthostatik.
• Obat-obar Beta blocker seperti metoprolol (Inderal) menghalangi beta-adrenergic receptors dalam tubuh, mencegah jantung menjadi lebih cepat, mencegah jantung berkontraksi dengan kuat, dan membesarkan pembuluh-pembuluh darah. Semua ketiga efek-efek ini mempengaruhi kemampuan tubuh untuk bereaksi pada perubahan-perubahn posisi. Disamping tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, obat-obat ini juga digunakan untuk kontrol sakit kepala dan pencegahan ketakutan.
• Sildenafil (Viagra), vardenafil (Levitra), dan tadalafil (Cialis) memperbesar pembuluh-pembuluh darah, dan golongan obat ini mungkin menyebabkan hipotensi orthostatik. Efeknya dapat diperbesar jika dikonsumsi dengan nitrates, obat-obat yang dignakan untuk merawat angina [contohnya, nitroglycerin (Nitrostat, Nitroquick, Nitrolingual, Nitro-Dur, Minitran, Nitro-Bid dan lain-lain), isosorbide mononitrate (Imdur, Ismo, Monoket)], alkohol, atau obat-obat nyeri narkotik.
• Obat-obat lain yang digunakan untuk kontrol tekanan darah tinggi mungkin adalah penyebab yang potensial dari hipotensi orthostatik, bahkan jika dikonsumsi seperti yang diresepkan.
• Hipotensi orthostatik adalah efek sampingan dari banyak obat-obat psychiatric, termasuk tricyclic antidepressants [amitriptyline (Endep, Elavil), nortriptyline (Pamelor, Aventyl), phenothiazines (Thorazine, Mellaril, Compazine), dan MAO inhibitors (Nardil, Parnate)
Vasovagal episode adalah kondisi yang mungkin terjadi ketika stimulus menyebabkan pengaktifan yang berlebihan dari parasympathetic system, memperlambat denyut jantung dan membesarkan/melebarkan pembuluh-pembuluh darah. Gejala-gejala dari kepeningan atau pingsan kemudian terjadi yang disebabkan oleh penurunan tekanan darah dan berkurangnya aliran darah ke otak. Stimulus mungkin adalah nyeri dari luka seperti patah tulang, atau mungkin ada pencetus psikologi, seperti mahasiswa kedokteran yang sedang melihat operasi yang pertama. Syaraf vagus yang menyebabkan respon ini mungkin juga pada beberapa kasus-kasus dicetuskan oleh buang air kecil (micturition syncope) atau oleh menekan keras waktu buang air besar.
Pasien-pasien dengan diabetes mungkin mengembangkan peripheral neuropathy yang dapat mempengaruhi syaraf-syaraf dari autonomic nervous system, dan sebagai akibatnya, mungkin mengembangkan hipotensi orthostatik. Begitu juga, pasien-pasien dengan diabetes yang terkontrol dengan buruk mempunyai potensi menjadi ter-dehidrasi (kekurangan cairan).
Beberapa pasien-pasien mungkin mengembangkan post-prandial lightheadedness, yang berarti bahwa gejala-gejala terjadi setelah makanan berat (banyak). Pada kasus ini, tubuh melebarkan pembuluh-pembuluh darah ke lambung dan usus untuk membantu pencernaan, meniggalkan lebih sedikit darah yang tersedia untuk mengalir ke otak.
Penyakit Addison, atau kekurangan adrenal, mungkin juga berhubungan dengan ketidakmampuan tubuh untuk mengkompensasi perubahan posisi.
Ada keanekaragaman dari sebab-sebab yang penyakit jantung mungkin menyebabkan hipotensi orthostatik. Kelainan-kelainan dari sistim konduksi elektrik termasuk denyut-denyut jantung yang terlalu perlahan atau terlalu cepat (aritmia jantung) mungkin menyebabkan perubahan-perubahan pada tekanan darah. Pasien-pasien dengan penyakit-penyakit klep jantung, gagal jantung, dan serangan jantung mungkin semuanya mengalami hipotensi orthostatik.
Penyakit-penyakit dari sistim syaraf mungkin juga menyebabkan hipotensi orthostatik. Contoh-contoh termasuk Parkinsonism, amyloidosis, dan Shy-Drager Syndrome (atau multiple system atrophy).
Postural orthostatic tachycardia syndrome menggambarkan perasaan dari kepeningan, mual, kelelahan, dan kelemahan yang berhubungan dengan denyut jantung yang naik (lebih besar dari 120 detak per menit) yang mulai dalam 10 menit dari heads-up tilt table test. Seringkali terlihat pada perempuan-perempuan yang lebih muda antara umur 12 dan 50 tahun, dan mungkin ada hubungan dengan sindrom kelelahan yang kronis.
Hipotensi orthostatik mempunyai banyak sebab-sebab yang potensial, beberapa mempengaruhi hanya satu bagian dari sistim yang mensuplai darah ke otak, dan yang lain-lain mempengaruhi dua atau tiga.
Kehilangan cairan didalam pembuluh-pembuluh darah adalah sebab yang paling umum untuk mengembangkan gejala-gejala dari hipotensi orthostatik. Cairan mungkin adalah air atau darah tergantung pada penyebabnya.
• Dehidrasi terjadi ketika pemasukan cairan tidak dapat menandingi jumlah cairan yang hilang oleh tubuh. Muntah, diare, demam, dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (contohnya, kelelahan karena panas atau heat stroke) adala sebab-sebab yang umum seseorang kehilangan jumlah cairan yang signifikan. Diuretics atau pil-pil air yang digunakan untuk mengontrol tekanan darah tinggi adalah juga penyebab lain dari jumlah cairan yang berkurang dalam tubuh.
• Kehilangan darah dan sebab-sebab lain dari anemia mengurangi jumlah sel-sel darah merah yang mengangkut oksigen dalam aliran darah, dan ini mungkin menjurus pada gejala-gejala dari hipotensi orthostatik. Perdarahan mungkin timbul dari satu kejadian yang besar atau mungkin terjadi perlahan-lahan melalui periode waktu. Dengan perdarahan yang perlahan, tubuh mungkin mampu untuk mengkompensasi, menggantikan volume yang hilang dari sel-sel darah merah dengan air didalam aliran darah. Bagaimanpun, sesaat kemudian kehilangan dari kapasitas darah mengangkut oksigen akan menyebabkan gejala-gejala untuk berkembang. Sebagai tambahan pada kepeningan-kepeningan, mungkin ada kelemahan, sesak napas, atau nyeri dada.
• Obat-Obat yang mempengaruhi autonomic nervous system mungkin juga menyebabkan hipotensi orthostatik.
• Obat-obar Beta blocker seperti metoprolol (Inderal) menghalangi beta-adrenergic receptors dalam tubuh, mencegah jantung menjadi lebih cepat, mencegah jantung berkontraksi dengan kuat, dan membesarkan pembuluh-pembuluh darah. Semua ketiga efek-efek ini mempengaruhi kemampuan tubuh untuk bereaksi pada perubahan-perubahn posisi. Disamping tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, obat-obat ini juga digunakan untuk kontrol sakit kepala dan pencegahan ketakutan.
• Sildenafil (Viagra), vardenafil (Levitra), dan tadalafil (Cialis) memperbesar pembuluh-pembuluh darah, dan golongan obat ini mungkin menyebabkan hipotensi orthostatik. Efeknya dapat diperbesar jika dikonsumsi dengan nitrates, obat-obat yang dignakan untuk merawat angina [contohnya, nitroglycerin (Nitrostat, Nitroquick, Nitrolingual, Nitro-Dur, Minitran, Nitro-Bid dan lain-lain), isosorbide mononitrate (Imdur, Ismo, Monoket)], alkohol, atau obat-obat nyeri narkotik.
• Obat-obat lain yang digunakan untuk kontrol tekanan darah tinggi mungkin adalah penyebab yang potensial dari hipotensi orthostatik, bahkan jika dikonsumsi seperti yang diresepkan.
• Hipotensi orthostatik adalah efek sampingan dari banyak obat-obat psychiatric, termasuk tricyclic antidepressants [amitriptyline (Endep, Elavil), nortriptyline (Pamelor, Aventyl), phenothiazines (Thorazine, Mellaril, Compazine), dan MAO inhibitors (Nardil, Parnate)
Vasovagal episode adalah kondisi yang mungkin terjadi ketika stimulus menyebabkan pengaktifan yang berlebihan dari parasympathetic system, memperlambat denyut jantung dan membesarkan/melebarkan pembuluh-pembuluh darah. Gejala-gejala dari kepeningan atau pingsan kemudian terjadi yang disebabkan oleh penurunan tekanan darah dan berkurangnya aliran darah ke otak. Stimulus mungkin adalah nyeri dari luka seperti patah tulang, atau mungkin ada pencetus psikologi, seperti mahasiswa kedokteran yang sedang melihat operasi yang pertama. Syaraf vagus yang menyebabkan respon ini mungkin juga pada beberapa kasus-kasus dicetuskan oleh buang air kecil (micturition syncope) atau oleh menekan keras waktu buang air besar.
Pasien-pasien dengan diabetes mungkin mengembangkan peripheral neuropathy yang dapat mempengaruhi syaraf-syaraf dari autonomic nervous system, dan sebagai akibatnya, mungkin mengembangkan hipotensi orthostatik. Begitu juga, pasien-pasien dengan diabetes yang terkontrol dengan buruk mempunyai potensi menjadi ter-dehidrasi (kekurangan cairan).
Beberapa pasien-pasien mungkin mengembangkan post-prandial lightheadedness, yang berarti bahwa gejala-gejala terjadi setelah makanan berat (banyak). Pada kasus ini, tubuh melebarkan pembuluh-pembuluh darah ke lambung dan usus untuk membantu pencernaan, meniggalkan lebih sedikit darah yang tersedia untuk mengalir ke otak.
Penyakit Addison, atau kekurangan adrenal, mungkin juga berhubungan dengan ketidakmampuan tubuh untuk mengkompensasi perubahan posisi.
Ada keanekaragaman dari sebab-sebab yang penyakit jantung mungkin menyebabkan hipotensi orthostatik. Kelainan-kelainan dari sistim konduksi elektrik termasuk denyut-denyut jantung yang terlalu perlahan atau terlalu cepat (aritmia jantung) mungkin menyebabkan perubahan-perubahan pada tekanan darah. Pasien-pasien dengan penyakit-penyakit klep jantung, gagal jantung, dan serangan jantung mungkin semuanya mengalami hipotensi orthostatik.
Penyakit-penyakit dari sistim syaraf mungkin juga menyebabkan hipotensi orthostatik. Contoh-contoh termasuk Parkinsonism, amyloidosis, dan Shy-Drager Syndrome (atau multiple system atrophy).
Postural orthostatic tachycardia syndrome menggambarkan perasaan dari kepeningan, mual, kelelahan, dan kelemahan yang berhubungan dengan denyut jantung yang naik (lebih besar dari 120 detak per menit) yang mulai dalam 10 menit dari heads-up tilt table test. Seringkali terlihat pada perempuan-perempuan yang lebih muda antara umur 12 dan 50 tahun, dan mungkin ada hubungan dengan sindrom kelelahan yang kronis.
Hipotensi Orthostatik (1)
Definisi Hipotensi Orthostatik (Orthostatic Hypotension)
Ketika seseorang berdiri dari duduk atau berbaring, tubuh harus bekerja untuk menyesuaikan pada perubahan posisi itu. Adalah terutama penting bagi tubuh untuk mendorong darah keatas dan mensuplai otak dengan oksigen. Jika tubuh gagal untuk melakukan ini dengan cukup, tekanan darah jatuh/turun, dan orang itu mungkin merasa pusing atau bahkan pingsan. Hipotensi orthostatik adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kejatuhan dalam tekanan darah ketika seseorang berdiri (orthostatic= sikap tubuh yang tegak lurus, hypo= kurang + tension=tekanan).
Suplai darah yang cukup ke organ-organ tubuh tergantung pada tiga faktor-faktor:
1. jantung yang cukup kuat untuk memompa,
2. arteri-arteri dan vena-vena yang mampu untuk mengerut atau menyempit, dan
3. cukup darah dan cairan didalam pembuluh-pembuluh.
Ketika tubuh merubah posisi, keanekaragaman dari aksi-aksi terjadi yang melibatkan semua bagian-bagian dari sistim kardiovaskular serta sistim syaraf autonomic (autonomic nervous system) yang membantu mengatur fungsi mereka.
Autonomic nervous system dapat dipertimbangkan untuk "berlari dilatar belakang" dari tubuh, mengatur proses-proses tubuh yang kita ambil sebagai yang diberikan. Ada keseimbangan antara sympathetic system (syaraf-syaraf adrenergic), yang mempercepat berbagai hal-hal, dan parasympathetic system (syaraf-syaraf cholinergic) yang memperlambat berbagai hal-hal. Nama-nama ini berdasarkan pada tipe dari kimia yang digunakan untuk mengirim sinyal-sinyal pada ujung-ujung syaraf.
• Adrenaline (dari sympathetic nervous system) mengizinkan tubuh untuk merespon pada stress. Bayangkan melihat seekor beruang dalam hutan; jantung anda bedenyut lebih cepat, telapak-telapak tangan anda berkeringat, mata-mata anda membesar, dan rambut-rambut anda berdiri pada ujungnya.
• Acetylcholine adalah kimia yang adalah anti-adrenaline dan terlibat pada parasympathetic nervous system.
Kedua sistim-sistim ini berada dalam keseimbangan, dan tetap perlu untuk merespon pada perubahan-perubahan yang rutin dalam tubuh yang terjadi sepanjang hari.
• Ketika tubuh bergerak ke posisi berdiri, monitor-monitor tekanan (sel-sel baroreceptor) yang berlokasi pada arteri-arteri carotid dan aorta merasakan kejatuhan yang hampir tak kentara dalam tekanan darah karena gaya berat, yang menyebabkan darah mengalir menuju kaki-kaki.
• Hampir dengan seketika, sympathetic system distimulasi, menyebabkan denyut jantung meningkat, otot jantung berkontraksi atau menekan lebih kuat, dan pembuluh-pembuluh darah mengerut atau menyempit.
• Semua dari aksi-aksi ini melayani untuk meningkatkan tekanan darah sehingga jumlah darah yang cukup masih dapat dipompa ke otak dan organ-organ lain.
• Tanpa perubahan-perubahan ini, gaya berat akan menyebabkan darah tetap pada baian yang paling bawah dari tubuh dan jauh dari otak, menyebabkan gejala-gejala kepeningan atau bahkan pingsan.
Hipotensi orthostatik bukanlah penyakit atau keluhan dari individu; ia adalah perubahan yang abnormal dalam tekanan darah dan denyut jantung yang berhubungan dengan penyakit.
Ketika seseorang berdiri dari duduk atau berbaring, tubuh harus bekerja untuk menyesuaikan pada perubahan posisi itu. Adalah terutama penting bagi tubuh untuk mendorong darah keatas dan mensuplai otak dengan oksigen. Jika tubuh gagal untuk melakukan ini dengan cukup, tekanan darah jatuh/turun, dan orang itu mungkin merasa pusing atau bahkan pingsan. Hipotensi orthostatik adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kejatuhan dalam tekanan darah ketika seseorang berdiri (orthostatic= sikap tubuh yang tegak lurus, hypo= kurang + tension=tekanan).
Suplai darah yang cukup ke organ-organ tubuh tergantung pada tiga faktor-faktor:
1. jantung yang cukup kuat untuk memompa,
2. arteri-arteri dan vena-vena yang mampu untuk mengerut atau menyempit, dan
3. cukup darah dan cairan didalam pembuluh-pembuluh.
Ketika tubuh merubah posisi, keanekaragaman dari aksi-aksi terjadi yang melibatkan semua bagian-bagian dari sistim kardiovaskular serta sistim syaraf autonomic (autonomic nervous system) yang membantu mengatur fungsi mereka.
Autonomic nervous system dapat dipertimbangkan untuk "berlari dilatar belakang" dari tubuh, mengatur proses-proses tubuh yang kita ambil sebagai yang diberikan. Ada keseimbangan antara sympathetic system (syaraf-syaraf adrenergic), yang mempercepat berbagai hal-hal, dan parasympathetic system (syaraf-syaraf cholinergic) yang memperlambat berbagai hal-hal. Nama-nama ini berdasarkan pada tipe dari kimia yang digunakan untuk mengirim sinyal-sinyal pada ujung-ujung syaraf.
• Adrenaline (dari sympathetic nervous system) mengizinkan tubuh untuk merespon pada stress. Bayangkan melihat seekor beruang dalam hutan; jantung anda bedenyut lebih cepat, telapak-telapak tangan anda berkeringat, mata-mata anda membesar, dan rambut-rambut anda berdiri pada ujungnya.
• Acetylcholine adalah kimia yang adalah anti-adrenaline dan terlibat pada parasympathetic nervous system.
Kedua sistim-sistim ini berada dalam keseimbangan, dan tetap perlu untuk merespon pada perubahan-perubahan yang rutin dalam tubuh yang terjadi sepanjang hari.
• Ketika tubuh bergerak ke posisi berdiri, monitor-monitor tekanan (sel-sel baroreceptor) yang berlokasi pada arteri-arteri carotid dan aorta merasakan kejatuhan yang hampir tak kentara dalam tekanan darah karena gaya berat, yang menyebabkan darah mengalir menuju kaki-kaki.
• Hampir dengan seketika, sympathetic system distimulasi, menyebabkan denyut jantung meningkat, otot jantung berkontraksi atau menekan lebih kuat, dan pembuluh-pembuluh darah mengerut atau menyempit.
• Semua dari aksi-aksi ini melayani untuk meningkatkan tekanan darah sehingga jumlah darah yang cukup masih dapat dipompa ke otak dan organ-organ lain.
• Tanpa perubahan-perubahan ini, gaya berat akan menyebabkan darah tetap pada baian yang paling bawah dari tubuh dan jauh dari otak, menyebabkan gejala-gejala kepeningan atau bahkan pingsan.
Hipotensi orthostatik bukanlah penyakit atau keluhan dari individu; ia adalah perubahan yang abnormal dalam tekanan darah dan denyut jantung yang berhubungan dengan penyakit.
Jumat, 13 Mei 2011
Merawat Tekanan Darah Rendah
Tekanan darah rendah pada subyek-subyek yang sehat tanpa gejala-gejala atau kerusakan organ tidak memerlukan perawatan. Bagaimanapun, semua pasien-pasien dengan gejala-gejala yang mungkin disebabkan oleh tekanan darah rendah harus dievaluasi oleh seorang dokter. Pasien-pasien yang telah mempunyai kejatuhan dalam tekanan darah yang utama dari tingkat-tingkat biasa mereka bahkan tanpa pengembangan dari gejala-gejala juga harus dievaluasi. Dokter perlu untuk mengidentifikasi penyebab dari tekanan darah rendah karena perawatan akan tergantung pada penyebabnya. Contohnya, jika obat menyebabkan tekanan darah rendah, dosis dari obat mungkin harus dikurangi atau pengobatan dihentikan, meskipun hanya setelah konsultasi dengan dokter. Penyesuaian obat oleh diri sendiri harus tidak dilakukan.
• Dehidrasi dirawat dengan cairan-cairan dan mineral-mineral (elektrolit-elektrolit). Dehidrasi ringan tanpa mual dan muntah dapat dirawat dengan cairan-cairan dan elektrolit-elektrolit oral (mulut). Dehidrasi sedang sampai berat biasanya dirawat di rumah sakit atau kamar darurat dengan cairan-cairan dan elektrolit-elektrolit intravena.
• Kehilangan darah dapat dirawat dengan cairan-cairan intravena dan transfusi-transfusi darah. Perdarahan yang terus menerus dan berat perlu dirawat segera.
• Septic shock adalah keadaan darurat dan dirawat dengan cairan-cairan intravena dan antibiotik-antibiotik.
• Obat-obat tekanan darah atau diuretics disesuaikan, diganti, atau dihentikan oleh dokter jika mereka menyebabkan gejala-gejala tekanan darah rendah.
• Bradycardia mungkin disebabkan oleh obat. Dokter mungkin mengurangi, mengganti atau menghentikan obat. Bradycardia yang disebabkan oleh sick sinus syndrome atau heart block dirawat dengan pemacu jantung yang dapat ditanamkan.
• Tachycardia dirawat tergantung pada sifat dasar (nature) dari tachycardia. Atrial fibrillation dapat dirawat dengan obat-obat oral, electrical cardioversion, atau prosedur kateterisasi yang disebut pulmonary vein isolation. Ventricular tachycardia dapat dikontrol dengan obat-obat atau dengan defibrillator yang dapat ditanam.
• Pulmonary embolism dan deep vein thrombosis dirawat dengan pengencer-pengencer darah, awalnya secara intravena dengan heparin, dan kemudian dengan warfarin (Coumadin) oral.
• Cairan Pericardial dapat dikeluarkan dengan prosedur yang disebut pericardiocentesis.
• Postural hypotension dapat dirawat dengan meningkatkan masukan air dan garam, meningkatkan masukan dari minuman-minuman yang mengandung kafein karena kafein menyempitkan pembuluh-pembuluh darah, menggunakan compression stockings untuk menekan vena-vena kaki dan mengurangi pengumpulan darah di vena-vena kaki, dan pada beberapa pasien-pasien, penggunaan dari obat yang disebut midodrine (ProAmatine). Persoalan dengan ProAmatine adalah bahwa ketika ia meningkatkan tekanan darah pada posisi tegak lurus, tekanan darah terlentang mungkin menjadi terlalu tinggi, jadi meningkatkan risiko stroke. Peneliti-peneliti Mayo Clinic menemukan bahwa obat yang digunakan untuk merawat kelemahan otot pada Myasthenia gravis yang disebut pyridostigmine (Mestinon) meningkatkan tekanan darah tegak lurus namun tidak tekanan darah terlentang. Mestinon, obat anticholinesterase, bekerja pada sistim syaraf autonom, terutama ketika seseorang berdiri. Efek-efek sampingan termasuk keram perut yang minor atau frekwensi yang meningkat dari gerakan-gerakan usus besar. Catatan: Masukan garam yang meningkat dapat menjurus pada gagal jantung pada pasien-pasien dengan penyakit jantung yang telah ada dan harus tidak dilakukan tanpa konsultasi seorang dokter.
• Postprandial hypotension merujuk pada tekanan darah rendah yang terjadi setelah makan. Ibuprofen (Motrin) atau indomethacin (Indocin) mungkin bermanfaat.
• Vasovagal Syncope dapat dirawat dengan beberapa tipe-tipe dari obat-obat seperti beta blockers [contohnya, propanolol (Inderal, Inderal LA)], selective serotonin reuptake inhibitors [fluoxetine (Prozac), escitalopram oxalate (Lexapro), paroxetine (Paxil), sertraline (Zoloft), citalopram (Celexa), fluvoxamine (Luvox)], fludrocortisone (Florinef) (obat yang mencegah dehidrasi dengan menyebabkan ginjal-ginjal untuk menahan air). Pemacu jantung dapat juga bermanfaat ketika seorang pasien gagal dengan terapi obat.
• Dehidrasi dirawat dengan cairan-cairan dan mineral-mineral (elektrolit-elektrolit). Dehidrasi ringan tanpa mual dan muntah dapat dirawat dengan cairan-cairan dan elektrolit-elektrolit oral (mulut). Dehidrasi sedang sampai berat biasanya dirawat di rumah sakit atau kamar darurat dengan cairan-cairan dan elektrolit-elektrolit intravena.
• Kehilangan darah dapat dirawat dengan cairan-cairan intravena dan transfusi-transfusi darah. Perdarahan yang terus menerus dan berat perlu dirawat segera.
• Septic shock adalah keadaan darurat dan dirawat dengan cairan-cairan intravena dan antibiotik-antibiotik.
• Obat-obat tekanan darah atau diuretics disesuaikan, diganti, atau dihentikan oleh dokter jika mereka menyebabkan gejala-gejala tekanan darah rendah.
• Bradycardia mungkin disebabkan oleh obat. Dokter mungkin mengurangi, mengganti atau menghentikan obat. Bradycardia yang disebabkan oleh sick sinus syndrome atau heart block dirawat dengan pemacu jantung yang dapat ditanamkan.
• Tachycardia dirawat tergantung pada sifat dasar (nature) dari tachycardia. Atrial fibrillation dapat dirawat dengan obat-obat oral, electrical cardioversion, atau prosedur kateterisasi yang disebut pulmonary vein isolation. Ventricular tachycardia dapat dikontrol dengan obat-obat atau dengan defibrillator yang dapat ditanam.
• Pulmonary embolism dan deep vein thrombosis dirawat dengan pengencer-pengencer darah, awalnya secara intravena dengan heparin, dan kemudian dengan warfarin (Coumadin) oral.
• Cairan Pericardial dapat dikeluarkan dengan prosedur yang disebut pericardiocentesis.
• Postural hypotension dapat dirawat dengan meningkatkan masukan air dan garam, meningkatkan masukan dari minuman-minuman yang mengandung kafein karena kafein menyempitkan pembuluh-pembuluh darah, menggunakan compression stockings untuk menekan vena-vena kaki dan mengurangi pengumpulan darah di vena-vena kaki, dan pada beberapa pasien-pasien, penggunaan dari obat yang disebut midodrine (ProAmatine). Persoalan dengan ProAmatine adalah bahwa ketika ia meningkatkan tekanan darah pada posisi tegak lurus, tekanan darah terlentang mungkin menjadi terlalu tinggi, jadi meningkatkan risiko stroke. Peneliti-peneliti Mayo Clinic menemukan bahwa obat yang digunakan untuk merawat kelemahan otot pada Myasthenia gravis yang disebut pyridostigmine (Mestinon) meningkatkan tekanan darah tegak lurus namun tidak tekanan darah terlentang. Mestinon, obat anticholinesterase, bekerja pada sistim syaraf autonom, terutama ketika seseorang berdiri. Efek-efek sampingan termasuk keram perut yang minor atau frekwensi yang meningkat dari gerakan-gerakan usus besar. Catatan: Masukan garam yang meningkat dapat menjurus pada gagal jantung pada pasien-pasien dengan penyakit jantung yang telah ada dan harus tidak dilakukan tanpa konsultasi seorang dokter.
• Postprandial hypotension merujuk pada tekanan darah rendah yang terjadi setelah makan. Ibuprofen (Motrin) atau indomethacin (Indocin) mungkin bermanfaat.
• Vasovagal Syncope dapat dirawat dengan beberapa tipe-tipe dari obat-obat seperti beta blockers [contohnya, propanolol (Inderal, Inderal LA)], selective serotonin reuptake inhibitors [fluoxetine (Prozac), escitalopram oxalate (Lexapro), paroxetine (Paxil), sertraline (Zoloft), citalopram (Celexa), fluvoxamine (Luvox)], fludrocortisone (Florinef) (obat yang mencegah dehidrasi dengan menyebabkan ginjal-ginjal untuk menahan air). Pemacu jantung dapat juga bermanfaat ketika seorang pasien gagal dengan terapi obat.
Mendiagnosa Dan Mengevaluasi Tekanan Darah Rendah
Pada beberapa individu-individu, terutama yang relatif sehat, gejala-gejala dari kelemahan, kepeningan, dan pingsan menaikan kecurigaan dari tekanan darah rendah. Pada yang lain-lain, kejadian seringkali dihubungkan dengan tekanan darah rendah, contohnya serangan jantung telah terjadi untuk menyebabkan gejala-gejala.
Mengukur tekanan darah, adakalanya dikedua posisi-posisi yang terlentang dan berdiri biasanya adalah langkah pertama dalam mendiagnosis tekanan darah rendah. Pada pasien-pasien dengan tekanan darah rendah yang simptomatik, seringkali ada kejatuhan yang nyata pada tekanan darah ketika berdiri, dan pasien-pasien mungkin bahkan mengembangkan gejala-gejala orthostatic. Denyut jantung seringkali sangat meningkat. Sekali tekanan darah rendah telah diidentifikasi sebagai penyebab dari gejala-gejala, tujuannya adalah untuk mengidentifikasi penyebab dari tekanan darah rendah. Adakalanya penyebab-penyebabnya terlihat jelas (seperti kehilangan darah yang disebabkan oleh trauma, atau shock tiba-tiba setelah menerima zat pewarna x-ray yang mengandung iodine). Pada waktu-waktu yang lain, penyebabnya mungkin diidentifikasi dengan pengujian:
• CBC (complete blood count). CBC mungkin mengungkapkan anemia dari kehilangan darah atau kenaikan sel-sel darah putih yang disebabkan oleh infeksi.
• Pengukuran-pengukuran elektrolit darah mungkin menunjukan dehidrasi dan penipisan mineral, gagal ginjal, atau acidosis (kelebihan asam di darah).
• Tingkat-tingkat Cortisol dapat diukur untuk mendiagnosis kekurangan adrenal dan penyakit Addison.
• Pembiakan-pembiakan darah dan urin dapat dilaksanakan untuk mendiagnosis septicemia dan infeksi-infeksi kantong kemih.
• Studi-studi radiologi, seperti x-rays dada, ultrasounds perut, dan computerized tomography (CT or CAT) scans mungkin mendeteksi pneumonia, gagal jantung, batu-batu empedu, pankreatitis, dan diverticulitis.
• Electrocardiograms (EKG) dapat mendeteksi denyut-denyut jantung yang lambat atau cepat secara abnormal, pericarditis, dan kerusakan otot jantung dari serangan-serangan jantung sebelumnya atau suplai darah yang berkurang pada otot jantung yang masih belum menyebabkan serangan jantung.
• Holter monitor recordings digunakan untuk mendiagnosis episode-episode yang sebentar-sebentar dari dari irama-irama jantung yang abnormal. Jika irama-irama abnormal terjadi secara sebentar-sebentar, EKG standar yang dilaksanakan pada kunjungan ke praktek dokter mungkin tidak menunjukan irama yang abnormal. Monitor Holter adalah perekaman yang terus menerus dari irama jantung untuk 24 jam yang seringkali digunakan untuk mendiagnosis episode-episode yang sebentar-sebentar dari bradycardia atau tachycardia.
• Perekam kejadian yang diaktifkan oleh pasien. Jika episode-episode dari bradycardia atau tachycardia adalah jarang, perekaman Holter 24 jam mungkin tidak menangkap episode-episode yang sporadis ini. Dalam situasi ini, seorang pasien dapat memakai perekam kejadian yang diaktifkan oleh pasien untuk sampai dengan empat minggu. Pasien menekan tombol untuk memulai perekaman ketika ia merasakan timbulnya irama jantunga abnormal atau gejala-gejala yang mungkin disebabkan oleh tekanan darah rendah. Dokter kemudian menganalisa rekaman-rekaman pada suatu waktu kemudian untuk mengidentifikasi episode-episode abnormal.
• Echocardiograms adalah pemeriksaan-pemeriksaan dari struktur-struktur dan gerakan dari jantung menggunakan ultrasound. Echocardiograms dapat mendeteksi cairan pericardial yang disebabkan oleh pericarditis, luasnya kerusakan otot jantung dari serangan-serangan jantung, penyakit-penyakit klep-klep jantng, dan tumor-tumor yang jarang dari jantung.
• Pemeriksaan-pemeriksaan Ultrasound dari vena-vena kaki dan CT scans dari dada dapat mendeteksi deep vein thrombosis dan pulmonary embolism.
• Tes-tes meja yang dimiringkan digunakan untuk mengevaluasi pasien-pasien yang dicurigai mempunyai postural hypotension atau syncope yang disebabkan oleh syaraf-syaraf autonomic abnormal. Sewaktu tes meja yang dimiringkan, pasien terbaring diatas meja penguji dengan infusi intravena yang dimasukan dimana denyut jantung dan tekanan darah dimonitor. Meja kemudian dimiringkan tegak lurus untuk 15 menit sampai 45 menit. Denyut jantung dan tekanan darah dimnitor setiap beberapa menit. Maksud dari tes ini adalah untuk mencoba mereproduksi postural hypotension. Adakalanya seorang dokter mungkin memasukan epinephrine (Adrenalin, Isuprel) secara intravena untuk menginduksi postural hypotension.
Mengukur tekanan darah, adakalanya dikedua posisi-posisi yang terlentang dan berdiri biasanya adalah langkah pertama dalam mendiagnosis tekanan darah rendah. Pada pasien-pasien dengan tekanan darah rendah yang simptomatik, seringkali ada kejatuhan yang nyata pada tekanan darah ketika berdiri, dan pasien-pasien mungkin bahkan mengembangkan gejala-gejala orthostatic. Denyut jantung seringkali sangat meningkat. Sekali tekanan darah rendah telah diidentifikasi sebagai penyebab dari gejala-gejala, tujuannya adalah untuk mengidentifikasi penyebab dari tekanan darah rendah. Adakalanya penyebab-penyebabnya terlihat jelas (seperti kehilangan darah yang disebabkan oleh trauma, atau shock tiba-tiba setelah menerima zat pewarna x-ray yang mengandung iodine). Pada waktu-waktu yang lain, penyebabnya mungkin diidentifikasi dengan pengujian:
• CBC (complete blood count). CBC mungkin mengungkapkan anemia dari kehilangan darah atau kenaikan sel-sel darah putih yang disebabkan oleh infeksi.
• Pengukuran-pengukuran elektrolit darah mungkin menunjukan dehidrasi dan penipisan mineral, gagal ginjal, atau acidosis (kelebihan asam di darah).
• Tingkat-tingkat Cortisol dapat diukur untuk mendiagnosis kekurangan adrenal dan penyakit Addison.
• Pembiakan-pembiakan darah dan urin dapat dilaksanakan untuk mendiagnosis septicemia dan infeksi-infeksi kantong kemih.
• Studi-studi radiologi, seperti x-rays dada, ultrasounds perut, dan computerized tomography (CT or CAT) scans mungkin mendeteksi pneumonia, gagal jantung, batu-batu empedu, pankreatitis, dan diverticulitis.
• Electrocardiograms (EKG) dapat mendeteksi denyut-denyut jantung yang lambat atau cepat secara abnormal, pericarditis, dan kerusakan otot jantung dari serangan-serangan jantung sebelumnya atau suplai darah yang berkurang pada otot jantung yang masih belum menyebabkan serangan jantung.
• Holter monitor recordings digunakan untuk mendiagnosis episode-episode yang sebentar-sebentar dari dari irama-irama jantung yang abnormal. Jika irama-irama abnormal terjadi secara sebentar-sebentar, EKG standar yang dilaksanakan pada kunjungan ke praktek dokter mungkin tidak menunjukan irama yang abnormal. Monitor Holter adalah perekaman yang terus menerus dari irama jantung untuk 24 jam yang seringkali digunakan untuk mendiagnosis episode-episode yang sebentar-sebentar dari bradycardia atau tachycardia.
• Perekam kejadian yang diaktifkan oleh pasien. Jika episode-episode dari bradycardia atau tachycardia adalah jarang, perekaman Holter 24 jam mungkin tidak menangkap episode-episode yang sporadis ini. Dalam situasi ini, seorang pasien dapat memakai perekam kejadian yang diaktifkan oleh pasien untuk sampai dengan empat minggu. Pasien menekan tombol untuk memulai perekaman ketika ia merasakan timbulnya irama jantunga abnormal atau gejala-gejala yang mungkin disebabkan oleh tekanan darah rendah. Dokter kemudian menganalisa rekaman-rekaman pada suatu waktu kemudian untuk mengidentifikasi episode-episode abnormal.
• Echocardiograms adalah pemeriksaan-pemeriksaan dari struktur-struktur dan gerakan dari jantung menggunakan ultrasound. Echocardiograms dapat mendeteksi cairan pericardial yang disebabkan oleh pericarditis, luasnya kerusakan otot jantung dari serangan-serangan jantung, penyakit-penyakit klep-klep jantng, dan tumor-tumor yang jarang dari jantung.
• Pemeriksaan-pemeriksaan Ultrasound dari vena-vena kaki dan CT scans dari dada dapat mendeteksi deep vein thrombosis dan pulmonary embolism.
• Tes-tes meja yang dimiringkan digunakan untuk mengevaluasi pasien-pasien yang dicurigai mempunyai postural hypotension atau syncope yang disebabkan oleh syaraf-syaraf autonomic abnormal. Sewaktu tes meja yang dimiringkan, pasien terbaring diatas meja penguji dengan infusi intravena yang dimasukan dimana denyut jantung dan tekanan darah dimonitor. Meja kemudian dimiringkan tegak lurus untuk 15 menit sampai 45 menit. Denyut jantung dan tekanan darah dimnitor setiap beberapa menit. Maksud dari tes ini adalah untuk mencoba mereproduksi postural hypotension. Adakalanya seorang dokter mungkin memasukan epinephrine (Adrenalin, Isuprel) secara intravena untuk menginduksi postural hypotension.
Penyebab Tekanan Darah Rendah
Kondisi-kondisi yang mengurangi volume darah, yang mengurangi cardiac output (jumlah darah yang dipompa oleh jantung), dan obat-obat adalah penyebab-penyebab yang sering dari tekanan darah rendah.
• Dehidrasi adalah umum diantara pasien-pasien dengan mual, muntah, dan diare yang berkepanjangan. Jumlah-jumlah yang besar dari air hilang ketika muntah dan dengan diare, terutama jika pasien tidak minum jumlah-jumlah cairan yang cukup untuk menggantikan air yang menipis/habis.
Penyebab-penyebab lain dari dehidrasi termasuk olahraga, berkeringat, demam, dan kelelahan karena panas, atau serangan panas. Individu-individu dengan dehidrasi ringan mungkin mengalami hanya kehausan dan mulut yang kering. Dehidrasi yang sedang sampai berat mungkin menyebabkan orthostatic hypotension (dinyatakan dengan keringanan kepala, pening-pening, atau pingsan sewaktu berdiri). Dehidrasi yang diperpanjang dan berat dapat menjurus pada shock, gagal ginjal, kebingungan, acidosis (terlalu banyak asam di darah), koma, dan bahkan kematian.
• Perdarahan sedang atau berat dapat secara cepat menghabiskan darah dari tubuh seseorang, menjurus pada tekanan darah rendah atau orthostatic hypotension. Perdarahan dapat berakibat dari trauma, komplikasi-komplikasi operasi, atau dari kelainan-kelainan pencernaan seperti borok-borok, tumor-tumor, atau diverticulosis. Adakalanya, perdarahan mungkin begitu berat dan cepat (contohnya, perdarahan dari pecahnya aortic aneurysm) sehingga ia menyebabkan shock dan kematian dengan cepat.
• Peradangan yang berat dari organ-organ didalam tubuh seperti pankreatitis akut dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Pada pankreatitis akut, cairan meninggalkan pembuluh-pembuluh darah memasuki jaringan-jaringan yang meradang disekitar pankreas begitu juga rongga perut, menghabiskan/menipiskan volume darah.
Penyebab-penyebab tekanan darah rendah yang disebabkan oleh penyakit jantung
• Otot jantung yang melemah dapat menyebabkan jantung untuk gagal dan mengurangi jumlah darah yang dipompanya. Satu penyebab yang umum dari otot jantung yang melemah adalah kematian dari bagian yang besar dari otot jantung yang disebabkan oleh serangan jantung tunggal yang besar atau serangan-serangan jantung yang lebih kecil yang berulangkali. Contoh-contoh lain dari kondisi-kondisi yang dapat melemahkan jantung termasuk obat-obat yang beracun pada jantung, infeksi-infeksi dari otot jantung oleh virus-virus (myocarditis), dan penyakit-penyakit klep jantung seperti aortic stenosis.
• Pericarditis adalah peradangan dari pericardium (kantong yang mengelilingi jantung). Pericarditis dapat menyebabkan cairan menumpuk didalam pericardium dan menekan jantung, membatasi kemampuan jantung untuk mengisi dan memompa darah.
• Pulmonary embolism adalah kondisi dimana bekuan darah di vena (deep vein thrombosis) terlepas dan bergerak ke jantung dan akhirnya ke paru. Bekuan darah yang besar dapat merintangi aliran darah kedalam bilik kiri (left ventricle) dari paru-paru dan secara parah mengurangi darah yang kembali ke jantung untuk dipompa. Pulmonary embolism adalah keadaan darurat yang mengancam nyawa.
• Denyut jantung yang lambat (bradycardia) dapat mengurangi jumlah darah yang dipompa oleh jantung. Angka detak jantung istirahat untuk seorang dewasa sehat adalah antara 60 dan 100 detak/menit. Bradycardia (angka-angka detak jantung istirahat yang lebih perlahan dari 60 detak/menit) tidak selalu menyebabkan tekanan darah rendah. Faktanya, beberapa olahragawan-olahragawan yang sangat terlatih dapat mempunyai angka-angka detak jantung di 40 dan 50 (detak per menit) tanpa gejala-gejala apa saja. (Angka-angka detak jantung yang perlahan diimbangi dengan kontraksi-kontraksi jantung yang lebih bertenaga yang memompa darah daripada pada bukan olahragawan-olahragawan.) Namun pada banyak pasien-pasien bradycardia dapat menjurus pada tekanan darah rendah, keringanan kepala, pening, dan bahkan pingsan.
Beberapa sebab-sebab umum untuk bradycardia termasuk: 1) sick sinus syndrome, 2) heartblock, dan 3) keracunan obat. Banyak dari kondisi-kondisi ini terjadi pada kaum tua.
1. Sick sinus syndrome: Sick sinus syndrome terjadi ketika sistim elektrik jantung yang berpenyakit tidak dapat menghasilkan sinyal-sinyal cukup cepat untuk memelihara denyut jantung yang normal.
2. Heart block: Heart block terjadi ketika jaringan-jaringa khusus yang memancarkan arus listrik di jantung dirusak oleh serangan-serangan jantung, degenerasi dari atherosclerosis, dan obat-obat. Heart block mencegah beberapa atau seluruh dari sinyal-sinyal elektrik mencapai sisa dari jantung, dan ini mencegah jantung berkontraksi secepat seperti biasa yang ia lakukan.
3. Keracunan obat:Obat-obat seperti digoxin (Lanoxin) atau beta blockers untuk tekanan darah tinggi, dapat memperlambat pemancaran kelistrikan pada jantung secara kimia dan dapat menyebabkan bradycardia dan hypotension (lihat bagian bawah "Obat-obat yang menyebabkan tekanan darah rendah").
• Denyut jantung yang cepatnya secara abnormal (tachycardia) juga dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Contoh dari tachycardia yang paling umum yang menyebabkan tekanan darah rendah adalah atrial fibrillation. Atrial fibrillation adalah kelainan dari jantung yang dikarakteristikan oleh pelepasan-pelepasan elektrik yang cepat dan tak teratur dari otot jantung yang menyebabkan bilik-bilik untuk berkontraksi secara tak teratur dan (biasanya) dengan cepat. Bilik-bilik (ventricles) yang berkontraksi dengan cepat tidak mempunyai cukup waktu untuk mengisi secara maksimal dengan darah sebelum setiap kontraksi, dan jumlah darah yang dipompa berkurang meskipun dengan denyut jantung yang lebih cepat. Irama-irama jantung lain yang cepatnya abnormal seperti ventricular tachycardia juga dapat menghasilkan tekanan darah rendah, adakalanya bahkan shock yang mengancam nyawa.
Obat-obat yang menyebabkan tekanan darah rendah
• Obat-obat seperti calcium channel blockers, beta blockers, dan digoxin (Lanoxin) dapat memperlambat denyut dimana jantung berkontraksi. Beberapa orang-orang yang lebih tua adalah sangat sensitif pada obat-obat ini karena mereka lebih mungkin mempunyai jantung-jantung dan jaringan-jaringan penghantar elektrik yang berpenyakit. Pada beberapa individu-individu, denyut jantung dapat menjadi perlahanya secara berbahaya bahkan dengan dosis-dosis yang kecil dari obat-obat ini.
• Obat-obat yang digunakan dalam merawat tekanan darah tinggi (seperti ACE inhibitors, angiotensin receptor blockers, beta blockers, calcium channel blockers, dan alpha-blockers) dapat secara berlebihan menurunkan tekanan darah dan berakibat pada tekanan darah rendah yang simptomatik terutama diantara kaum tua.
• Pil-pil air (diuretics) seperti furosemide (Lasix) dapat mengurangi volume darah dengan menyebabkan buang air kecil yang berlebihan.
• Obat-obat yang digunakan untuk merawat depresi, seperti amitriptyline (Elavil), penyakit Parkinson, seperti levodopa-carbidopa (Sinemet), gangguan fungsi penegangan (impotence), seperti sildenafil (Viagra), vardenafil (Levitra), dan tadalafil (Cialis) ketika digunakan dalam kombinasi dengan nitroglycerine, dapat menyebabkan tekanan darah rendah.
• Alkohol dan narkotik-narkotik dapat menyebabkan tekanan darah rendah.
Kondisi-kondisi lain yang menyebabkan tekanan darah rendah
• Vasovagal reaction adalah kondisi umum dimana seorang yang sehat untuk sementara mengembangkan tekanan darah rendah, denyut jantung yang lambat, dan adakalanya pingsan. Vasovagal reaction secara khas ditimbulkan oleh emosi-emosi dari takut atau nyeri seperti pengambilan darah, memulai infusi intravena, atau oleh gangguan pencernaan. Vasovagal reactions disebabkan oleh aktivitas dari sistim syaraf diluar kemauan (autonomic), terutama syaraf vagus, yang melepaskan hormon-hormon yang memperlambat jantung dan melebarkan pembuluh-pembuluh darah. Syaraf vagus mengontrol denyut jantung (memperlambat). Syaraf vagus juga mengontrol fungsi saluran pencernaan dan merasakan aktivitas di sistim pencernaan. Jadi, beberapa orang-orang dapat mempunyai vasovagal reaction dari ketegangan pada waktu membuang air besar atau muntah.
• Postural (orthostatic) hypotension adalah kejatuhan yang tiba-tiba pada tekanan darah ketika seorang individu berdiri dari posisi duduk, berjongkok, atau terlentang. Ketika seseorang berdiri, gaya berat menyebabkan darah turun ke vena-vena di kaki-kaki, sehingga lebih sedikit darah mencapai jantung untuk dipompa, dan sebagai akibatnya tekanan darah jatuh. Tubuh normalnya merespon secara otomatis pada kejatuhan tekanan darah dengan meningkatkan denyut jantung dan dengan menyempitkan vena-vena untuk mengembalikan lebih banyak darah ke jantung. Pada pasien-pasien dengan postural hypotension, reflex yang mengkompensasi ini gagal terjadi, berakibat pada tekanan darah rendah yang simptomatik. Postural hypotension dapat terjadi pada orang-orang dari semua umur namun jauh lebih umum diantara kaum tua, terutama mereka yang berada pada obat-obat untuk tekanan darah tinggi dan/atau diuretics. Penyebab-penyebab lain dari postural hypotension termasuk dehidrasi, kekurangan adrenal (didiskusikan belakangan), istirahat di ranjang yang berkepanjangan, diabetes yang telah menyebabkan kerusakan pada syaraf-syaraf autonomic, alkoholisme dengan kerusakan pada syaraf-syaraf autonomic, dan sindrom-sindrom neurologikal tertentu yang jarang (contohnya, Shy-Drager syndrome) yang merusak syaraf-syaraf autonomic.
• Bentuk lain dari postural hypotension terjadi secara khas pada individu-individu muda yang sehat. Setelah berdiri yang berkepanjangan, denyut jantung dan tekanan darah seseorang jatuh, menyebabkan pening, mual, dan seringkali pingsan. Pada individu-individu ini, sistim syaraf autonomic secara salah merespon pada berdiri yang berkepanjangan dengan mengarahkan jantung untuk melambat dan vena-vena untuk melebar.
• Micturition syncope adalah kejatuhan sementara pada tekanan darah dan kehilangan kesadaran yang disebabkan oleh membuang air kecil (kencing). Kondisi ini terjadi secara khas pada pasien-pasien yang lebih tua dan mungkin disebabkan oleh pelepasan hormon-hormon oleh syaraf-syaraf autonomic yang menurunkan tekanan darah.
• Kekurangan Adrenal, contohnya, yang disebabkan oleh penyakit Addison, dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Penyakit Addison adalah kelainan dimana kelenjar-kelenjar adrenal musnah/hancur. Kelenjar-kelenjar adrenal yang rusak tidak dapat lagi menghasilkan hormon-hormon adrenal yang cukup (terutama cortisol) yang perlu untuk memelihara fungsi-fungsi tubuh yang normal. Cortisol mempunyai banyak fungsi-fungsi, salah satunya adalah untuk memelihara tekanan darah dan fungsi dari jantung. Penyakit Addison dikarakteristikan oleh kehilangan berat badan, kelemahan otot, kelelahan, tekanan darah rendah, dan, adakalanya, penggelapan kulit.
• Septicemia adalah infeksi yang berat dimana bakteri-bakteri (atau organisme-organisme infeksius lain seperti jamur) memasuki darah. Infeksi secara khas berasal dari paru-paru (sebagai pneumonia), kantong kemih, atau di perut yang disebabkan oleh diverticulitis atau batu-batu empedu. Bakteri-bakteri kemudian memasuki darah dimana mereka melepaskan racun-racun dan menyebabkan tekanan darah rendah yang amat besar dan mengancam nyawa (septic shock), seringkali dengan kerusakan pada beberapa organ-organ.
• Anaphylaxis (anaphylactic shock) adalah reaksi alergi fatal yang berpotensi pada obat-obat seperti penicillin, intravenous iodine yang digunakan pada beberapa studi-studi x-ray, makanan-makanan seperti kacang-kacang tanah, atau sengatan-sengatan lebah (sengata-sengatan serangga). Sebagai tambahan pada kejatuhan tekanan darah yang berat/parah, individu-individu mungkin juga mengalami hives, mencuit-cuit, dan leher yang membengkak dengan kesulitan bernapas. Shock disebabkan oleh pembesaran dari pembuluh-pembuluh darah yang mengandung darah dan keluarnya air dari darah kedalam jaringan-jaringan.
• Dehidrasi adalah umum diantara pasien-pasien dengan mual, muntah, dan diare yang berkepanjangan. Jumlah-jumlah yang besar dari air hilang ketika muntah dan dengan diare, terutama jika pasien tidak minum jumlah-jumlah cairan yang cukup untuk menggantikan air yang menipis/habis.
Penyebab-penyebab lain dari dehidrasi termasuk olahraga, berkeringat, demam, dan kelelahan karena panas, atau serangan panas. Individu-individu dengan dehidrasi ringan mungkin mengalami hanya kehausan dan mulut yang kering. Dehidrasi yang sedang sampai berat mungkin menyebabkan orthostatic hypotension (dinyatakan dengan keringanan kepala, pening-pening, atau pingsan sewaktu berdiri). Dehidrasi yang diperpanjang dan berat dapat menjurus pada shock, gagal ginjal, kebingungan, acidosis (terlalu banyak asam di darah), koma, dan bahkan kematian.
• Perdarahan sedang atau berat dapat secara cepat menghabiskan darah dari tubuh seseorang, menjurus pada tekanan darah rendah atau orthostatic hypotension. Perdarahan dapat berakibat dari trauma, komplikasi-komplikasi operasi, atau dari kelainan-kelainan pencernaan seperti borok-borok, tumor-tumor, atau diverticulosis. Adakalanya, perdarahan mungkin begitu berat dan cepat (contohnya, perdarahan dari pecahnya aortic aneurysm) sehingga ia menyebabkan shock dan kematian dengan cepat.
• Peradangan yang berat dari organ-organ didalam tubuh seperti pankreatitis akut dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Pada pankreatitis akut, cairan meninggalkan pembuluh-pembuluh darah memasuki jaringan-jaringan yang meradang disekitar pankreas begitu juga rongga perut, menghabiskan/menipiskan volume darah.
Penyebab-penyebab tekanan darah rendah yang disebabkan oleh penyakit jantung
• Otot jantung yang melemah dapat menyebabkan jantung untuk gagal dan mengurangi jumlah darah yang dipompanya. Satu penyebab yang umum dari otot jantung yang melemah adalah kematian dari bagian yang besar dari otot jantung yang disebabkan oleh serangan jantung tunggal yang besar atau serangan-serangan jantung yang lebih kecil yang berulangkali. Contoh-contoh lain dari kondisi-kondisi yang dapat melemahkan jantung termasuk obat-obat yang beracun pada jantung, infeksi-infeksi dari otot jantung oleh virus-virus (myocarditis), dan penyakit-penyakit klep jantung seperti aortic stenosis.
• Pericarditis adalah peradangan dari pericardium (kantong yang mengelilingi jantung). Pericarditis dapat menyebabkan cairan menumpuk didalam pericardium dan menekan jantung, membatasi kemampuan jantung untuk mengisi dan memompa darah.
• Pulmonary embolism adalah kondisi dimana bekuan darah di vena (deep vein thrombosis) terlepas dan bergerak ke jantung dan akhirnya ke paru. Bekuan darah yang besar dapat merintangi aliran darah kedalam bilik kiri (left ventricle) dari paru-paru dan secara parah mengurangi darah yang kembali ke jantung untuk dipompa. Pulmonary embolism adalah keadaan darurat yang mengancam nyawa.
• Denyut jantung yang lambat (bradycardia) dapat mengurangi jumlah darah yang dipompa oleh jantung. Angka detak jantung istirahat untuk seorang dewasa sehat adalah antara 60 dan 100 detak/menit. Bradycardia (angka-angka detak jantung istirahat yang lebih perlahan dari 60 detak/menit) tidak selalu menyebabkan tekanan darah rendah. Faktanya, beberapa olahragawan-olahragawan yang sangat terlatih dapat mempunyai angka-angka detak jantung di 40 dan 50 (detak per menit) tanpa gejala-gejala apa saja. (Angka-angka detak jantung yang perlahan diimbangi dengan kontraksi-kontraksi jantung yang lebih bertenaga yang memompa darah daripada pada bukan olahragawan-olahragawan.) Namun pada banyak pasien-pasien bradycardia dapat menjurus pada tekanan darah rendah, keringanan kepala, pening, dan bahkan pingsan.
Beberapa sebab-sebab umum untuk bradycardia termasuk: 1) sick sinus syndrome, 2) heartblock, dan 3) keracunan obat. Banyak dari kondisi-kondisi ini terjadi pada kaum tua.
1. Sick sinus syndrome: Sick sinus syndrome terjadi ketika sistim elektrik jantung yang berpenyakit tidak dapat menghasilkan sinyal-sinyal cukup cepat untuk memelihara denyut jantung yang normal.
2. Heart block: Heart block terjadi ketika jaringan-jaringa khusus yang memancarkan arus listrik di jantung dirusak oleh serangan-serangan jantung, degenerasi dari atherosclerosis, dan obat-obat. Heart block mencegah beberapa atau seluruh dari sinyal-sinyal elektrik mencapai sisa dari jantung, dan ini mencegah jantung berkontraksi secepat seperti biasa yang ia lakukan.
3. Keracunan obat:Obat-obat seperti digoxin (Lanoxin) atau beta blockers untuk tekanan darah tinggi, dapat memperlambat pemancaran kelistrikan pada jantung secara kimia dan dapat menyebabkan bradycardia dan hypotension (lihat bagian bawah "Obat-obat yang menyebabkan tekanan darah rendah").
• Denyut jantung yang cepatnya secara abnormal (tachycardia) juga dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Contoh dari tachycardia yang paling umum yang menyebabkan tekanan darah rendah adalah atrial fibrillation. Atrial fibrillation adalah kelainan dari jantung yang dikarakteristikan oleh pelepasan-pelepasan elektrik yang cepat dan tak teratur dari otot jantung yang menyebabkan bilik-bilik untuk berkontraksi secara tak teratur dan (biasanya) dengan cepat. Bilik-bilik (ventricles) yang berkontraksi dengan cepat tidak mempunyai cukup waktu untuk mengisi secara maksimal dengan darah sebelum setiap kontraksi, dan jumlah darah yang dipompa berkurang meskipun dengan denyut jantung yang lebih cepat. Irama-irama jantung lain yang cepatnya abnormal seperti ventricular tachycardia juga dapat menghasilkan tekanan darah rendah, adakalanya bahkan shock yang mengancam nyawa.
Obat-obat yang menyebabkan tekanan darah rendah
• Obat-obat seperti calcium channel blockers, beta blockers, dan digoxin (Lanoxin) dapat memperlambat denyut dimana jantung berkontraksi. Beberapa orang-orang yang lebih tua adalah sangat sensitif pada obat-obat ini karena mereka lebih mungkin mempunyai jantung-jantung dan jaringan-jaringan penghantar elektrik yang berpenyakit. Pada beberapa individu-individu, denyut jantung dapat menjadi perlahanya secara berbahaya bahkan dengan dosis-dosis yang kecil dari obat-obat ini.
• Obat-obat yang digunakan dalam merawat tekanan darah tinggi (seperti ACE inhibitors, angiotensin receptor blockers, beta blockers, calcium channel blockers, dan alpha-blockers) dapat secara berlebihan menurunkan tekanan darah dan berakibat pada tekanan darah rendah yang simptomatik terutama diantara kaum tua.
• Pil-pil air (diuretics) seperti furosemide (Lasix) dapat mengurangi volume darah dengan menyebabkan buang air kecil yang berlebihan.
• Obat-obat yang digunakan untuk merawat depresi, seperti amitriptyline (Elavil), penyakit Parkinson, seperti levodopa-carbidopa (Sinemet), gangguan fungsi penegangan (impotence), seperti sildenafil (Viagra), vardenafil (Levitra), dan tadalafil (Cialis) ketika digunakan dalam kombinasi dengan nitroglycerine, dapat menyebabkan tekanan darah rendah.
• Alkohol dan narkotik-narkotik dapat menyebabkan tekanan darah rendah.
Kondisi-kondisi lain yang menyebabkan tekanan darah rendah
• Vasovagal reaction adalah kondisi umum dimana seorang yang sehat untuk sementara mengembangkan tekanan darah rendah, denyut jantung yang lambat, dan adakalanya pingsan. Vasovagal reaction secara khas ditimbulkan oleh emosi-emosi dari takut atau nyeri seperti pengambilan darah, memulai infusi intravena, atau oleh gangguan pencernaan. Vasovagal reactions disebabkan oleh aktivitas dari sistim syaraf diluar kemauan (autonomic), terutama syaraf vagus, yang melepaskan hormon-hormon yang memperlambat jantung dan melebarkan pembuluh-pembuluh darah. Syaraf vagus mengontrol denyut jantung (memperlambat). Syaraf vagus juga mengontrol fungsi saluran pencernaan dan merasakan aktivitas di sistim pencernaan. Jadi, beberapa orang-orang dapat mempunyai vasovagal reaction dari ketegangan pada waktu membuang air besar atau muntah.
• Postural (orthostatic) hypotension adalah kejatuhan yang tiba-tiba pada tekanan darah ketika seorang individu berdiri dari posisi duduk, berjongkok, atau terlentang. Ketika seseorang berdiri, gaya berat menyebabkan darah turun ke vena-vena di kaki-kaki, sehingga lebih sedikit darah mencapai jantung untuk dipompa, dan sebagai akibatnya tekanan darah jatuh. Tubuh normalnya merespon secara otomatis pada kejatuhan tekanan darah dengan meningkatkan denyut jantung dan dengan menyempitkan vena-vena untuk mengembalikan lebih banyak darah ke jantung. Pada pasien-pasien dengan postural hypotension, reflex yang mengkompensasi ini gagal terjadi, berakibat pada tekanan darah rendah yang simptomatik. Postural hypotension dapat terjadi pada orang-orang dari semua umur namun jauh lebih umum diantara kaum tua, terutama mereka yang berada pada obat-obat untuk tekanan darah tinggi dan/atau diuretics. Penyebab-penyebab lain dari postural hypotension termasuk dehidrasi, kekurangan adrenal (didiskusikan belakangan), istirahat di ranjang yang berkepanjangan, diabetes yang telah menyebabkan kerusakan pada syaraf-syaraf autonomic, alkoholisme dengan kerusakan pada syaraf-syaraf autonomic, dan sindrom-sindrom neurologikal tertentu yang jarang (contohnya, Shy-Drager syndrome) yang merusak syaraf-syaraf autonomic.
• Bentuk lain dari postural hypotension terjadi secara khas pada individu-individu muda yang sehat. Setelah berdiri yang berkepanjangan, denyut jantung dan tekanan darah seseorang jatuh, menyebabkan pening, mual, dan seringkali pingsan. Pada individu-individu ini, sistim syaraf autonomic secara salah merespon pada berdiri yang berkepanjangan dengan mengarahkan jantung untuk melambat dan vena-vena untuk melebar.
• Micturition syncope adalah kejatuhan sementara pada tekanan darah dan kehilangan kesadaran yang disebabkan oleh membuang air kecil (kencing). Kondisi ini terjadi secara khas pada pasien-pasien yang lebih tua dan mungkin disebabkan oleh pelepasan hormon-hormon oleh syaraf-syaraf autonomic yang menurunkan tekanan darah.
• Kekurangan Adrenal, contohnya, yang disebabkan oleh penyakit Addison, dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Penyakit Addison adalah kelainan dimana kelenjar-kelenjar adrenal musnah/hancur. Kelenjar-kelenjar adrenal yang rusak tidak dapat lagi menghasilkan hormon-hormon adrenal yang cukup (terutama cortisol) yang perlu untuk memelihara fungsi-fungsi tubuh yang normal. Cortisol mempunyai banyak fungsi-fungsi, salah satunya adalah untuk memelihara tekanan darah dan fungsi dari jantung. Penyakit Addison dikarakteristikan oleh kehilangan berat badan, kelemahan otot, kelelahan, tekanan darah rendah, dan, adakalanya, penggelapan kulit.
• Septicemia adalah infeksi yang berat dimana bakteri-bakteri (atau organisme-organisme infeksius lain seperti jamur) memasuki darah. Infeksi secara khas berasal dari paru-paru (sebagai pneumonia), kantong kemih, atau di perut yang disebabkan oleh diverticulitis atau batu-batu empedu. Bakteri-bakteri kemudian memasuki darah dimana mereka melepaskan racun-racun dan menyebabkan tekanan darah rendah yang amat besar dan mengancam nyawa (septic shock), seringkali dengan kerusakan pada beberapa organ-organ.
• Anaphylaxis (anaphylactic shock) adalah reaksi alergi fatal yang berpotensi pada obat-obat seperti penicillin, intravenous iodine yang digunakan pada beberapa studi-studi x-ray, makanan-makanan seperti kacang-kacang tanah, atau sengatan-sengatan lebah (sengata-sengatan serangga). Sebagai tambahan pada kejatuhan tekanan darah yang berat/parah, individu-individu mungkin juga mengalami hives, mencuit-cuit, dan leher yang membengkak dengan kesulitan bernapas. Shock disebabkan oleh pembesaran dari pembuluh-pembuluh darah yang mengandung darah dan keluarnya air dari darah kedalam jaringan-jaringan.
Langganan:
Postingan (Atom)